Selasa, 21 Mei 2024
Selular.ID -

Pintu Beri Edukasi Dalam Investasi di Tengah Volatilitas Pasar Kripto

BACA JUGA

Selular.ID – Investasi Kripto belakangan ini alami fase “Crypto Winter”, hampir seluruh nilai aset alami penurunan. CMO Pintu beri edukasi matang di tengah kondisi tersebut.

Fase Crypto Winter membuat berbagai aset Kripto menurun, seperti Bitcoin menurun sejak mencetak rekor tertinggi hingga $69.044 atau kisaran Rp930 juta pada tahun lalu.

Di tengah kondisi tersebut, aplikasi PINTU membahas sekaligus mengedukasi investor pada acara podcast Cuap Cuap Cuan bertajuk “Jangan Fomo di Crypto!.”

Langsung di edukasi oleh Chief Marketing Officer (CMO) PINTU Timothius Martin, yang mengungkap bahwa penurunan bukan hanya terjadi di Kripto.

Baca Juga: Kolaborasi RRQ X Pintu, Perkuat Komunitas Muda Dalam Investasi Kripto

“Perlu diketahui penurunan ini tidak hanya terjadi pada crypto, tapi juga di instrumen keuangan lainnya.”

Ia menambahkan bahwa, kondisi seperti ini justru bisa menjadi refleksi pada investor maupun calon investor unutuk mengenal fundamental dari aset tersebut.

“Justru di tengah kondisi pasar saat ini menurut kami bisa menjadi refleksi pada diri sendiri untuk lebih mengenal lagi fundamental dari aset crypto, mengatur manajemen risiko dalam berinvestasi, dan juga menambah wawasan seputar aset crypto yang akan diinvestasikan.” tambahnya

Karena CMO Pintu ini menegaskan, sebagai investor harus persiapkan berbagai strategi investasi dengan tolak ukur yang lebih matang.

“Penting bagi investor untuk mempersiapkan berbagai strategi investasi yang sesuai dengan toleransi risiko masing-masing,entu para investor perlu cermat dan bijak dalam menginvestasikan uangnya,” Tegas Timo.

Baca Juga: Kerja Sama dengan Klub Sepak Bola Bali United, Ini Tujuan dari Platform Crypto PINTU

Apalagi Bappebti, telah melaporkan bahwa jumlah investor crypto di kuartal I-2022 mencapai 12,8 juta.

Berarti, terdapat rata-rata kenaikan jumlah investor sebesar lebih dari 750 ribu setiap bulannya.

Timo juga mengungkap bahwa dari banyaknya jumlah investor kripto, terdapat dua tipe investor saat ini yaitu shor term  trader dan long term trader.

“Dari belasan juta investor aset crypto di Indonesia terdapat dua tipe investor yaitu short-term trader yang berinvestasi dalam jangka waktu yang pendek dan long-term investor yang harus tahan dalam volatilitas dan harus disiplin.” Ungkapnya

Dari kedua tipe tersebut, Ia menambahkan bahwa sebagai investor haru mengetahui kita tipe yang mana, lalu pelajari jenis kripto dan ketahui fundamental asetnya.

“Jadi kita pahami profil risiko kita, setelah itu tentukan tipe investor seperti apa yang cocok sesuai profil kita. Kemudian kenali aset crypto yang akan kita investasikan seperti istilah umum dalam dunia investasi crypto yaitu Do Your Own Research (DYOR). Salah satu riset yang bisa dilakukan seperti pelajari fundamental aset hingga kegunaan aset tersebut.” Imbuhnya

Baca Juga: Saat Sejumlah Startup di Ujung Tanduk dan Nilai Crypto Menurun, Jumlah Staf PINTU Naik 2 Kali Lipat

Timo menutup dengan, beri tips untuk memilih platform investasi yang menjamin keamanan investasi dan terdaftar resmi di Bappebti, dan pastinya mudah digunakan.

“Pastikan platform yang dipilih menjamin keamanan aset investasi, terdaftar resmi di Indonesia melalui Bappebti, mudah digunakan dan investasi tanpa ribet. Semua hal tersebut ada di aplikasi PINTU yang memberikan keamanan, kemudahan, dan edukasi untuk investor crypto di dalam satu aplikasi.” tutup Timo.

Dilansir dari situs Bappebti.go.id, hingga Juni 2022 ini jumlah pedagang aset kripto di Indonesia yang melayani jual beli aset kripto mencapai 25 pedagang termasuk salah satunya PT Pintu Kemana Saja.

Dengan brand PINTU yang telah melayani masyarakat Indonesia sejak bulan April tahun 2020. Hingga Juli 2022 ini aplikasi PINTU telah diunduh lebih dari 5 juta kali.

- Advertisement 1-

BERITA TERKAIT

BERITA PILIHAN

BERITA TERBARU