Mampukah Reed Hastings Mengembalikan Kinerja Netflix yang Memburuk?

Reed Hasting Netflix

Selular.ID – Jumat pekan lalu (24/6), raksasa streaming Netflix kembali memberhentikan 300 karyawan, sebagian besar di AS. Ini adalah putaran kedua PHK menyusul perlambatan pertumbuhan pelanggan.

Angka itu setara dengan sekitar 4% dari tenaga kerjanya yang dinilai berlebihan dalam upaya pemotongan biaya secara radikal. Sebelumnya perusahaan yang berbasis di Los Gatos, California itu, telah memberhentikan 150 karyawan pada Mei lalu.

Pemangkasan kayawan tahap kedua terjadi di tengah rencana perusahaan membuat tingkat berlangganan yang lebih murah dan didukung iklan untuk meningkatkan jumlah pelanggan dan pendapatan.

Diketahui, Netflix mencatat kehilangan pelanggan pertamanya dalam satu dekade, menurut laporan pendapatan kuartal pertama.

Netflix memiliki awal yang lemah untuk tahun fiskal 2022, melaporkan kehilangan 200.000 pelanggan di Q1, turun menjadi 221,64 juta dari 221,8 di Q4 tahun 2021. Dan proyeksi saat ini untuk kuartal berikutnya bisa lebih buruk, berpotensi turun 2 juta lagi.

Pada April, CEO Netflix Reed Hastings menyalahkan kejenuhan di pasar, meningkatnya persaingan di pasar dan faktor makro termasuk dampak perang Ukraina – Rusia, dan gangguan lanjutan dari Covid-19, sehingga pertumbuhan pelanggan pada Q1 2022 yang telah dipatoknya meleset dari perkiraan.

Meski saat ini Netflix tengah mengalami masa-masa sulit, namun Hastings memastikan bahwa pihaknya terus “berinvestasi secara signifikan dalam bisnis”, memastikan bahwa “biaya tumbuh sejalan dengan pertumbuhan pendapatan kami yang lebih lambat”.

Hasting sendiri telah kehilangan hampir $648 juta investasi di perusahaannya sendiri karena 5,16 juta sahamnya terjun bebas setelah Netflix mengumumkan kehilangan banyak pelanggan.

Tercatat, saham Netflix anjlok lebih dari 20% dalam perdagangan sesaat setelah pengumuman yang mengejutkan itu pada 21 April 2022.

Sehari setelahnya, penurunan menjadi lebih buruk. Saham Netflix melorot 35,90%, atau $125,50 per saham, menjadi $223,43.

Meski kinerja Netflix terus melorot, namun para eksekutif masih mendapat gaji yang bagus pada 2021. Bloomberg melaporkan, bahwa Hastings menerima paket pembayaran sebesar $40,8 juta dan Co CEO Ted Sarandos memperoleh $38,2 juta, terutama dari penghargaan saham.

Baca Juga: Eksperimen Netflix Hilangkan Fitur Password Sharing Bikin Pengguna Bingung

Hastings menerima gaji tahunan $650.000 dan $39,7 juta dalam penghargaan saham dan Sarandos membawa pulang gaji $20 juta dan $17,1 juta dalam penghargaan saham.

Halaman berikutnya

Tantangan Krisis Jilid Dua