Sulitnya Memutus Dominasi Apple dan Samsung di Pasar Smartphone Premium

Sulitnya Memutus Dominasi Apple dan Samsung di Pasar Smartphone Premium

Vivo dan Oppo Jadi Kuda Hitam di Pasar Smartphone Premium

Huawei memang tak lagi bertaji, karena sanksi yang diterapkan Amerika Serikat sejak 2019, membuat kinerja vendor asal Shenzhen itu nyaris lumpuh.

Melemahnya Huawei, membuat langkah vendor-vendor China untuk mengambil alih kepemimpinan di segmen premium, menjadi kembali berliku. Meski demikian, kinerja brand-brand China tak bisa dianggap remeh.

Diam-diam, dua kompatroitnya, Oppo dan Vivo terus berotot. Berbeda dengan Samsung, penjualan smartphone premium dari Oppo dan Vivo meningkat lebih dari dua kali lipat pada 2021, masing-masing sebesar 116% dan 103%.

Pencapaian yang luar biasa itu, memungkinkan kedua brand yang sama-sama bernaung di bawah BBK Group itu, masuk ke dalam lima merek premium teratas di berbagai pasar.

Rebranding Reno pada awal 2021 membantu Oppo dalam menangkap sektor premium terjangkau China. Vendor yang identik dengan wana hijau itu, juga perlahan-lahan meningkatkan pangsa pasarnya di Eropa, berusaha mengisi kekosongan yang ditinggalkan Huawei.

Agresifitas yang sama juga ditujukan oleh Vivo. Model Vivo X60 dan X50 sangat penting dalam kesuksesan Vivo di China dan Asia Tenggara.

Di luar Vivo dan Oppo, Xiaomi juga mulai menggeliat. Seri Mi 11 adalah kekuatan pendorong di balik keuntungan Xiaomi. Di hampir setiap lokasi di mana Xiaomi beroperasi, vendor yang berbasis di Beijing itu, menempati peringkat di antara lima merek premium teratas.

Merek lain yang mampu mengambil porsi pasar secara signifikan adalah Asus. Brand asal Taiwan itu, telah mendapat manfaat dari fokusnya pada sektor smartphone gaming untuk segmen premium.

Baca Juga: Counterpoint: Top 5 Smartphone Premium Global Q1-2020

Tiga merek yang juga memperoleh pangsa pasar yang cukup lumayan adalah Motorola, Google, dan OnePlus. Counterpoint mencatat, keluarnya LG dari industri smartphone, menguntungkan ketiga brand itu, khususnya di Amerika Utara yang menjadi basis pasar mereka selama ini.

Tak dapat dipungkiri, persaingan segmen premium kini sama kerasnya seperti segmen menengah dan bawah. Namun tingginya penjualan sejumlah vendor yang dimotori oleh Oppo, Vivo, dan Xiaomi, menjadi ancaman nyata bagi Samsung yang justru kehilangan pangsa pasar.

Agar tak disalip oleh vendor-vendor lainnya terutama China, Chaebol Korea Selatan itu, wajib berbenah. Meleng sedikit, bukan tidak mungkin, Samsung akan kehilangan posisi di daftar elit smartphone premium.

Baca Juga: Menakar Peruntungan Realme Di Segmen Smartphone Premium

Halaman berikutnya

Cerahnya Prospek Pasar Smartphone Premium