spot_img
BerandaNewsFeatureMenakar Peruntungan Realme Di Segmen Smartphone Premium

Menakar Peruntungan Realme Di Segmen Smartphone Premium

-

Jakarta, Selular.ID – Dibandingkan nama-nama besar yang sudah mendunia, Realme adalah merek smartphone yang terbilang baru. Didirikan pada 2018, vendor yang berbasis di Shenzhen itu, awalnya merupakan sub brand Oppo.

Namun dalam rentang waktu yang terbilang pendek, Realme sudah membuktikan diri sebagai brand smartphone paling fenomenal. Strategy Analytics mendaulat Realme, sebagai merek dengan pertumbuhan tercepat yang mencapai 100 juta pengiriman di seluruh dunia pada Juni 2021.

Pencapaian itu lebih cepat dari Apple, Samsung, Nokia, Huawei, Xiaomi, atau merek smartphone besar lainnya dalam seperempat abad terakhir.

Meningkatnya kinerja mendorong Realme ke posisi elit. Counterpoint mengungkapkan realme adalah vendor smartphone nomor enam dalam peringkat dunia. Peringkat enam tersebut diiringi dengan total penjualan 15 juta dan 135,1% pertumbuhan YoY di Q2 2021. Dengan pencapaian luar biasa hanya dalam tempo tiga tahun, menjadikan realme sebagai game changer di industri smartphone global.

Kini berbekal posisi sebagai salah satu pemain utama di segmen smartphone kelas menengah dan anggaran, Realme bersiap untuk maju ke pasar smartphone kelas atas.

Ambisi Realme itu diungkapkan langsung oleh Sky Li. Pendiri dan CEO Realme itu menegaskan bahwa pihaknya siap bersaing dengan merek smartphone papan atas di segmen ultra-premium.

“Ini resmi: Realme akan maju ke pasar high end dengan harga di atas $800. Apa yang paling Anda harapkan dari smartphone unggulan lengkap Realme?” tulis Li di situs microblogging, seperti dilansir Gizmo China.

Dengan kata lain, Realme akan melawan raksasa industri ponsel yang selama ini menguasai pasar smartphone premium di rentang harga lebih dari $800, seperti Samsung, Apple dan lainnya.

Meski siap menggoyang dominasi Samsung dan Apple, Realme mengakui belum memiliki perangkat utama di segmen ini. Namun demikian, Realme telah meluncurkan dua varian flagship di tahun ini, yaitu GT Neo 2 dan GT Master Edition. Kedua varian itu diklaim meraih sukses, dengan sambutan yang sangat baik dari pengguna. Sehingga memperkuat ambisi Realme menaklukkan pasar smartphone premium.

Tumbuh Secara Signifikan, Apple Jadi Rajanya

Dengan hadirnya Realme kelak, persaingan vendor di segmen high end dipastikan akan bertambah ketat. Meski demikian, pasar masih terbuka lebar. Selain pemainnya sedikit, margin yang didapat juga jauh lebih tinggi. Sudah begitu, konsumen di segmen ini terbilang kebal krisis. Terbukti permintaan tetap meningkat, meski permintaan pasar anjlok akibat pandemi covid-19.

Menurut laporan Counterpoint, pasar smartphone premium (model dengan harga $400 ke atas) mencatat pertumbuhan penjualan 46% YoY pada Q2 2021. Pertumbuhan di segmen premium itu melampaui pertumbuhan pasar secara keseluruhan sebesar 26% YoY.

Selain itu, pangsa segmen premium dalam penjualan smartphone global meningkat menjadi 24% pada Q2 2021, dibandingkan dengan 21% pada Q2 2020. Apple terus memimpin segmen tersebut, menguasai lebih dari setengah penjualan selama kuartal tersebut, diikuti oleh Samsung dan Huawei. Sejak peluncuran seri iPhone 12 pada Q4 2020, Apple terus menguasai lebih dari 50% pangsa pasar smartphone premium.

Meskipun penjualan Samsung di segmen premium tumbuh 13% YoY, chaebol Korea Selatan itu kehilangan pangsanya karena gangguan produksi pabriknya di Vietnam menyusul wabah COVID-19 yang baru. Namun, dengan peluncuran model Z fold 3 dan Z flip 3 baru pada titik harga yang lebih rendah dibandingkan dengan pendahulunya, Samsung berpeluang mendongkrak kembali pangsa pasar pada semester kedua 2021.

Xiaomi dan OPPO sama-sama memperoleh pangsa di segmen yang didorong oleh ekspansi mereka yang berfokus pada portofolio premium di kawasan seperti Eropa dan China. Xiaomi termasuk di antara 3 pemain Top di Eropa di segmen premium yang didorong oleh seri Mi 11.

Vendor smartphone yang berbasis di Beijing itu, telah melakukan upaya untuk mendapatkan keuntungan dari penurunan Huawei, yang sekarang membuahkan hasil. Oppo juga memperoleh pangsa signifikan didorong oleh seri Reno dan Find di China dan Eropa Barat.

OnePlus masuk dalam daftar Top 3 untuk segmen premium di Amerika Utara yang didorong oleh OnePlus 9 Series. Brand smartphone yang bernaung di bawah BBK Group itu, memperoleh peningkatan pasar yang cukup signifikan karena keluarnya LG dari industri ponsel dan kendala pasokan yang dialami Samsung.

Margin Keuntungan Jauh Lebih Tebal

Dibandingkan segmen lainnya, segmen smartphone premium juga menjanjikan keuntungan yang lebih baik. Tengok saja pencapaian Apple. Meski penjualannya kerap naik turun, namun keuntungan yang didapat justru meningkat. Counterpoint merilis data tentang keuntungan yang dihasilkan industri smartphone sepanjang Q3 – 2017. Hasilnya, Apple mendominasi margin keuntungan, jauh lebih tinggi dibandingkan para kompetitornya.

Raksasa yang berbasis di Cupertino, California itu, menguasai 59,8% keuntungan di bisnis handset global pada Q3 2017, tapi jumlahnya turun dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pada Q3 2016, Apple menguasai keuntungan sebanyak 85,9%.

Posisi kedua ditempati oleh Samsung sebanyak 25,9%. Kemudian posisi lima besar lain dikuasai oleh vendor asal Tiongkok, yaitu Huawei 4,9%, Oppo 4% dan Vivo 3,1%.

Dominasi Apple masih berlanjut dalam hal keuntungan yang didapat dari penjualan per unit produknya. Apple mendapatkan keuntungan lebih dari US$ 150 per iPhone yang dijual.

Riset Counterpoint mencatat keuntungan per unit iPhone hampir lima kali lebih tinggi dibandingkan Samsung. Keuntungan Samsung per unit adalah US$ 31. Para vendor Tiongkok yaitu Huawei mendapatkan keuntungan per unit US$ 51, Oppo US$ 14, Vivo US$ 13 dan Xiaomi US$ 2.

Dengan animo yang semakin meningkat dan margin keuntungan yang lebih tinggi, Counterpoint memprediksi pertumbuhan smartphone premium akan terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang. Tumbuh sekitar 10% berkat kedatangan perangkat 5G, model ponsel lipat serta munculnya segmen premium dengan harga terjangkau.

Semuanya menawarkan beragam fitur keren, seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), tiga hingga empat kamera, tampilan layar penuh (full screen), batere besar, pengisian daya cepat, konfigurasi memori yang lebih besar, dan seabreg kemampuan canggih lainnya.

Dengan pasar yang masih terbuka lebar dan pertumbuhan yang terus meningkat setiap tahunnya, Tak salah jika Realme mencoba peruntungan baru.  Vendor yang berbasis di Shenzhen itu, tak ingin gurih keuntungannya dari bisnis smartphone premium hanya dinikmati segelintir pemain.

Namun tentu saja upaya Realme menggoyang dominasi pemain-pemain yang sudah mapan di segmen ini, tidaklah mudah. Selain produk yang mumpuni, ketersediaan dan harga yang kompetitif, Realme juga harus mampu meningkatkan perceive quality setara Apple, Samsung dan Huawei. Karena perilaku pengguna high end cenderung lebih emosional, alih-alih hanya sekedar menikmati fungsi produk.

Artikel Terbaru