Kinerja Induk Usaha Shopee di Bisnis E-Commerce Memburuk

Shopee Bisnis

Selular.ID – SEA Group yang merupakan induk usaha Shopee, telah melaporkan kinerja keuangan sepanjang kuartal pertama 2022.

Bloomberg melaporkan, perusahaan rintisan yang berbasis di Singapura itu, mengungkapkan bahwa pendapatan dari bisnis e-commerce meleset dari yang diharapkan.

Konsumen yang muncul dari penguncian yang berkepanjangan mengurangi pembelian online, terutama dengan perang di Ukraina dan kenaikan suku bunga mengaburkan prospek ekonomi global.

Perusahaan juga membukukan kerugian yang lebih luas untuk tiga bulan pertama karena beban melonjak. Dengan kondisi itu, SEA merevisi prospek setahun penuh untuk penjualan e-commerce, dari panduan sebelumnya sebesar $8,9 miliar menjadi $9,1 miliar.

Di sisi lain, penutupan operasi e-commerce di India dan Perancis telah menghapus hingga 81% nilai perusahaan sejak Oktober 2021.

Baca Juga: Konfirmasi Shopee Terkait Aplikasinya yang Eror di Indonesia, Malaysia hingga Brasil

Meski kinerja dari e-commerce menurun, namun SEA Group mampu mempertahankan posisi yang kuat di bisnis game dan hiburan.

Tercatat, sepanjang kuartal pertama 2022, pendapatan SEA dari game inti naik lebih dari 14%. Game terbukti menjadi divisi paling menguntungkan, membukukan penjualan $1,14 miliar, dibandingkan proyeksi kurang dari $930 juta.

Meski bisnis e-commerce melambat, namun kinerja SEA Group secara keseluruhan, lebih baik, tulis analis Citigroup.

Investor sekarang bertaruh pada upaya Sea di luar negeri – terutama ke arena pertumbuhan yang lebih tinggi seperti perdagangan Indonesia dan fintech – untuk menopang pertumbuhan dalam jangka panjang.

Baca Juga: Jejaring Bisnis Shopee, Berjaya di Indonesia Boncos di India