Heboh! Arab Saudi Buat Ibadah Haji Hingga Ka’bah di Metaverse

Metaverse Haji dan Ka'bah
illustrasi Ibadah Haji di Metaverse

Selular.ID – Kembali heboh di jagat dunia, karena tren metaverse yang mengulang kontroversi karena ada yang buat ibadah haji dan Ka’bah konsep virtual.

Tren Metaverse semakin ramai diperbincangakan karena, Mark Zuckerberg yang merubah nama Facebook menjadi Meta.

Ia juga menjanjikan, akan merancang lebih serius metaverse di masa depan, karena Meta (tadinya Facebook) telah membuat teknologi pendukung seperti VR.

Tapi Minimnya pengetahuan tentang  metaverse, membuat berbagai hal selalu menuai kontroversi seperti jual-beli tanah di dunia virtual tersebut.

Sekarang telah heboh, yang dimana Pemerintah Arab Saudi sedang menggarap virtual reality (VR) Ka’bah Masjidil Haram di metaverse.

Baca Juga: Kapan Metaverse Perlu Diregulasi Pemerintah? Ini Jawabanya..

Dengan tujuan agar tempat suci bagi umat muslim itu lebih mudah untuk dikunjungi dan lebih menyeluruh.

Pihak masjidil haram juga menjelaskan dengan hadirnya metaverse ka’bah dan ibadah haji, bisa menjadi solusi untuk kondisi pandemi seperti ini.

Perlu diketahui, bahwa bagi umat islam yang ingin melaksanakan haji harus menunggu beberapa tahun setelah daftar dan masih harus selesaikan syarat.

Tapi, ini tidak sesuai dengan budaya dan etika agama islam karena dari dulu untuk bisa sah umat muslim harus hadir seutuhnya.

Sejak Imam Besar Masjidil Haram, Syeikh Abdurrahman Sudais, yang memiliki rencana Dengan mengatakan bahwa pentingnya peninggalan sejarah islam.

Baca Juga: Uni Eropa Merespon Ancaman Meta Akan Menarik Facebook dan Instagram

Maka dari itu, diharapkan Metaverse bisa menjadi akses lebih mudah bagi kepentingan orang banyak.

Hal itu langsung dihadapi dengan respon negatif, dari berbagai pihak seperti,  pemerintah Turki hingga komentar dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Pihak internal dari Arab Saudi juga memberikan respon kekhawatiran, karena dengan dibuatnya ibadah haji di metaverse kemungkinan tidak bisa di ukur sebagai kategori sah.

Lembaga Keagamaan Turki dengan nama nama lembaga (DIyanet), menjelaskan memberikan keputusan bahwa naik haji melalui virtual diaangap tidak sah.

“Ini (ibadah haji di Metaverse) tidak mungkin terjadi,” ujar Direktur Departemen Haji dan Umrah Diyanet, Remzi Bircan, Hurriyet Daily News.