Kapan Metaverse Perlu Diregulasi Pemerintah? Ini Jawabanya..

Kapan Metaverse

Selular.ID – Metaverse tak dipungkiri bakal menjadi salah satu kemajuan digital yang akan tersorot kuat di 2022.

Realitas virtual ini pun secara berlahan akan mengguat, dan akan banyak di adopsi oleh masyarakat modern.

Lantas seperti apa teknis dari perangkat ruang ini, dan sudahkah perlu ada regulasi saat ini?

Menyawab hal tersebut, Direktur Jakarta Smart City Yudhistira Nugraha menyampaikan, jika metaverse saat ini belum perlu adanya regulasi.

“Semakin banyak orang yang mengunakanya, dan memiliki dampak dan juga menyinggung kehidupan sehari-hari baru perlu diregulasi, dan dalam perspektif pemerintah, baru ada dampak disitu baru mereka hadir dan mengambil alih,” terang Yudistira.

Baca juga: Agar Untung, Metaverse Perlu Dilihat Sebagai Kepentingan Nasional

Yang menjadi catatan menurut Yudistira, ialah apakah regulasi yang dibuat itu adalah Self-regulated, listed government yang sifatnya kaku, atau konsep multi stakeholder atau co-creation.

“Co-creation ini perlu dikembangkan, dalam mendesain sebuah kebijakan, mekanisme perlu dikembangkan. Biasanya kan pemerintah membangun regulaisi secara top down, regulasi ini konteksnya seperti apa? Dan tidak dilihat dari situasi kacamata pemerintah saja, namun perlu melihat dari kebutuhan masyarakat juga,” sambungnya.

Dan metaverse jika ditanya kapan tepatnya perlu diregulasi, setidaknya ada ada 3 komponen penting yang bisa menjadi pamungkas.

Pertama ialah memberikan kenyamanan, kemudahan dan ketergantungan.

Baca juga: Sedang Tren Beli Tanah Di Metaverse, Harganya Gak Masuk Akal!

“Komponen pertama ialah metaverse memberi kenyamana, memberikan kemudahan kepada masyarakat, dan terakhir sudah menjadi ketergantungan bagi pengguna di situ baru meta semesta ini perlu diregulasi, kalau sekarang belum,” tegasnya.

“Pada saat itu semakin kita masuk ke dalam metaverse maka risikonya akan semakin besar. Dengan semakin besar risiko, disitulah apa yang harus diatur pemerintah melalui regulasi,” tutup Yudhistira.