Potensial Untuk 5G, Pemerintah Kaji Lelang Frekuensi 700MHz

Frekuensi 700MHz

Selular.ID – di 2022, gelaran 5G di Indonesia kian mantap. Di tandai dengan bebasnya frekuensi 700MHz melalui program migrasi siaran TV analog ke digital yang bakal dimulai pada 30 April mendatang.

Indra Utama, Koordinator Standar Telekomunikasi Radio Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) mengungkapkan bahwa lelang frekuensi 700 MHz masih sedang dikaji, dan jika tidak ada halangan proses lelang bakal berlangsung di tahun ini.

Peralihan siaran analog ke digital akan menyisakan spektrum frekuensi sekitar 112MHz, yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.

“Kami akan lihat dahulu hasil kajiannya, apakah melalui skema lelang atau beauty contest,” ujarnya.

Baca juga: Sudah Saatnya Ada Insentif Trial Use Case 5G dari Pemerintah  

Sekedar informasi 700 MHz merupakan salah satu frekuensi ideal 5G, dan tergolong sangat matang. Secara karakteristik, frekuensi 700 MHz ini bakal menjadi andalan untuk coverage atau cakupan yang luas, namun lebar pintanya hanya 2×45 MHz Frequency Division Duplexing (FDD).

Dilain kesempatan kepada selular, Muhammad Ridwan Effendi, Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) menyebut 700 MHz dari sisi ekosistem itu merupakan yang paling matang.

“karena pita tersebut sudah lama menjadi alokasi 4G dan 5G. Hanya saja gelaranya di Indonesia memang terlambat, karena proses politik yang panjang untuk ASO sejak zaman Kementrian Telekomunikasi dan Informatika (Kominfo) dipimpin Tifatul Sembiring pada periode 2009–2014,” tutur Ridwan.

Baca juga: Kok Bisa 5G Semakin Cerah Melalui Migrasi Siaran TV Digital?  

Lalu proses lelang yang kini sedang dikaji oleh Kominfo, menurut Ridwab idealnya dimenangkan oleh satu operator.

“Jika mau mengejar user experience idealnya memang pada lelang nanti hanya 1 pemenang saja, tapi kalau mau sedikit berbagi bisa dibuat untuk 2 pemenang, tapi kecepatan yang dihasilakan nanti  tidak begitu optimal,” ucapnya.

Sekedar tambahan, berdasarkan laporan Global System for Mobile Communications Association (GSMA) penataan ulang 700Mhz ini memberikan manfaat ekonomi yang cukup potensial, yaitu diperkirakan sebesar USD11 miliar (Rp161 triliun) untuk perekonomian Indonesia selama periode 2020–2030, atau setara dengan tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 1%.