Kok Bisa 5G Semakin Cerah Melalui Migrasi Siaran TV Digital?  

Migrasi siaran

Selular.ID – Migrasi siaran TV analog ke digital atau Analog Switch Off (ASO) segera berlangsung, itu artinya pita frekuensi 700 MHz yang saat ini masih digunakan untuk siaran televisi analog, akan dialihkan untuk 5G.

Berikut karakteristik dari frekuensi 700 MHz yang kabarnya sangat ideal dimanfaatkan untuk 5G, berikut fakta menariknya: 

Frekuensi 700Mhz Matang

Tak dipungkiri kebijakan ASO ialah untuk menata ulang frekuensi 700MHz yang merupakan salah satu kandidat terkuat untuk menghadirkan jaringan berkecepatan tinggi atau 5G.

Baca juga: Realme 8 5G Ludes Terjual, Begini Komitmen Realme Pada Perangkat 5G di 2022 

Muhammad Ridwan Effendi, Sekjen Pusat Kajian Kebijakan dan Regulasi Telekomunikasi Institut Teknologi Bandung (ITB) pita frekuensi 700 MHz dari sisi ekosistem merupakan yang paling matang karena pita tersebut sudah lama menjadi alokasi 4G dan 5G.

Hanya saja memang gelaranya di Indonesia terlambat, karena proses politik yang panjang untuk ASO, terhitung sejak zaman Kementrian Telekomunikasi dan Informatika (Kominfo) dipimpin Tifatul Sembiring pada periode 2009–2014.

Lebih efesien

Matangnya penggunaan pita frekuensi 700MHz, berbanding lurus dengan efesiensi, karena banyak perangkat 5G di dunia yang sudah terhubung dengan pita frekuensi 700 MHz. Dengan ekosistem global yang sudah matang, penggelaran 5G di pita ini pun bakal lebih murah dan luas

Proses lelang 700Mhz ideal dimenangkan satu operator

Jika dilihat dari karakteristik frekuensi 700 MHz ini bakal menjadi andalan untuk coverage atau cakupan yang luas, namun lebar pintanya hanya 2×45 MHz Frequency Division Duplexing (FDD).

Baca juga: Sudah Lolos TKDN, Pertanda Vivo Y75 5G Rilis Pada 2022?

Sehingga menurut Ridwan, yang juga dosen ITB ini jika mau mengejar user experience idealnya pada lelang nanti hanya 1 pemenang saja, tapi kalau mau sedikit berbagi bisa dibuat untuk 2 pemenang, tapi kecepatan yang dihasilakan nanti  tidak begitu optimal.

Manfaat ekonomi

Merujuk pada laporan Global System for Mobile Communications Association (GSMA) penataan ulang 700Mhz ini memberikan manfaat ekonomi yang cukup potensial, yaitu diperkirakan sebesar USD11 miliar (Rp161 triliun) untuk perekonomian Indonesia selama periode 2020–2030, atau setara dengan tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 1%.

Dan sejauh ini gelaran 5G di Indoneisa melalui Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison dan XL Axiata, secara teknis masing-masing mengoprasikan pada pita frekuensi 1800 MHz atau 1,8 GHz, dengan lebar pita 20 MHz dalam rentang 1837,5 MHz sampai dengan 1857,5 MHz. Sedangkan XL Axiata juga di frekuensi 1.800MHz dengan lebar pita 20MHz, dalam rentang 1.807,5MHz sampai 1.827,5MHz. Sementara Telkomsel saat ini mengoperasikan 30MHz di pita 2.300 MHz atau 2,3 Ghz