Duan Yongping: Dalang Kesuksesan Brand Smartphone Tiongkok di Pasar Global

duan yongping

Selular.ID – Duan Yongping adalah seorang miliarder tiongkok yang mendirikan BBK Elektronik  dan bisa menjadi induk dari beberapa brand smartphone seperti Oppo, Vivo, Realme dan OnePlus, sekaligus bisa membawa sukses dengan karakter masing-masing setiap brand.

Dengan kesuksesan membawa 4 brand smartphone, pria berusia 60 tahun ini sampai dijuluki sebagai “Godfather” smartphone Tiongkok, perlu diketahui saat ini Oppo dan Vivo sudah sukses untuk bisa menyaingi Samsung, yang bisa menyesuaikan segmen pengguna melalui seri smartphone yang dimilikinya.

Sedangkan realme, di Indonesia dikenal sebagai brand smartphone anak muda maka dari itu setiap rilisan smartphonenya selalu membawa desain yang nyentrik dan juga punya fitur canggih dengan harga terjangkau.

Latar Pendidikan

Duan Yongping sebagai suksesor brand smartphone Tiongkok, punya latar Pendidikan yang hebat karena ia bisa menyelesaikan pendidikan di Zhejiang University, Jurusan wireless electronics engineering.

Baca Juga: Vivo Y21T Akan Meluncur Pekan Depan dengan Snapdragon 680

Selanjutnya meneruskan pendidikan di Renmin University of China dan mendapat gelar master di bidang ekonomi pada 1989. Setelah lulus, Duan memulai karirnya dengan menguji ilmu yang selama ini ia dapatkan dengan bergabung di Zhongshan Yihua Group yang hampir bangkrut.

Namun berkat latar Pendidikan yang baik. Duan mampu mengubahnya menjadi sebuah bisnis yang menguntungkan.

Lahirnya BBK Elektronik

BBK Elektronik sudah berusia 24 tahun yang bermarkas di Dongguan. Kota tersebut kini jadi salah satu pusat dari produksi elektronik terbesar dan tercanggih di dunia untuk menawarkan smartphone ke global.

Ia memutuskan untk keluar dari Yihua pada Agustus 1995 dan mendirikan perusahaan elektronik BBK, di mana ia memiliki 70 persen saham perusahaan.Pertama kali meluncur BBK punya tiga segmen, yakni elektronik edukasi, elektronik audiovisual (pemutar DVD dan VCD), dan perangkat komunikasi (merakit smartphone) di bawah Shen Wei.

BBK sebenarnya sudah sukses dibidang elektronik dengan menawarkan pemutar DVD dan VCD ke publik dan disambut dengan baik dengan penjualan yang fantastis.

Baca Juga: Oppo Ungkap Strategi 2022 untuk Indonesia

Selanjutnya di Kemudian pada 2004, Oppo Electronics Corp didirikan oleh Chen Mingyong. Sementara, Vivo Communication Technology didirikan oleh Shen pada 2009. OnePlus didirikan oleh Pete Lau dan Realme didirikan oleh Sky Li Bingzhong yang sebelumnya bekerja di Oppo.

Duan akui meracik smartphone bukanlah keahliannya. Namun, dengan pengalaman BBK selama 24 tahun di dunia elektronik, ia yakin perusahaannya bisa membuat smartphone yang baik. Pada akhirnya terbukti dengan penjualan perangkat Android Tiongkok meningkat, bersamaan dengan jaringan 4G yang berkembang di negara tersebut.

Kesuksesan Oppo dan Vivo di Pasar Smartphone Indonesia

Sejak 2018, Oppo dan Vivo merupakan vendor smartphone nomor dua dan tiga di Tiongkok. Gabungan market share keduanya mencapai 40 persen. Keduanya di belakang Huawei, namun di depan Xiaomi dan Apple.

Pada 2021 Kuartal tiga hasil riset Counterpoint justru menunjukkan Oppo yang menjadi penguasa smartphone Indonesia untuk periode Juli-September 2021. Terbilang hebat karena sebenarnya penjualan smartphone di Indonesia sedang mengalami penurunan 6% pada kuartal ketiga 2021.

Sedangkan dari versi Canalys, Vivo menduduki posisi nomor satu vendor smartphone di Indonesia pada kuartal ketiga 2021. Lima besar vendor smartphone Indonesia pada periode Juli-September 2021 berturut-turut adalah Vivo (23%).

Baca Juga: Oppo Find X5 Pro Lolos Sertifikasi Telecom, Segera Tiba di Indonesia?

Melihat kesuksesan Oppo dan Vivo baik di Indonesia maupun Global, hal ini pastinya atas prinsip yang dimiliki oleh Duan karena BBK melakukan penyaringan ketat mitra dan pemasok, membangun reputasi besar, membuat perubahan saat yang lainnya stagnan, dan memiliki integritas.

Duan Yongping juga memiliki fokus untuk membuat produk yang bagus agar memenuhi kebutuhan pengguna, baik di segmen low-end maupun high-end. Sesuai dengan apa yang telah dilakukan Oppo maupun Vivo selama berkecimpung di pasar smartphone global.