Produksi Dihentikan Jelang Natal, iPhone Susah Dicari?

Produksi Dihentikan Jelang Natal, iPhone Susah Dicari?

Jakarta, Selular.ID – Apple terpaksa menghentikan produksi iPhone-nya selama beberapa hari selama periode September- Oktober.

Seperti diketahui, Desember merupakan waktu liburan, karena menyambut tahun baru dan Natal. Dan di momen ini merupakan waktu tersibuk bagi perusahaan, karena banyak konsumen mencari untuk membeli produknya sebagai hadiah.

Biasanya, Apple menggunakan waktu ini untuk meningkatkan produksi hingga 24 jam sehari, dan memberi karyawan lembur, tetapi tahun ini adalah pertama kalinya raksasa teknologi itu tutup dalam satu dekade.

Pabrik-pabrik komponen dan perakitan iPhone di Tiongkok biasanya akan meminta pekerja lembur untuk memenuhi permintaan. Ini dilakukan untuk memenuhi permintaan yang biasanya melonjak di akhir tahun.

Tetapi pada di penghujung 2021, para buruh fasilitas produksi milik Pegatron dan Foxconn – yang biasa memproduksi iPhone untuk Apple – kini memperoleh liburan.

“Karena terbatasnya komponen dan chip, maka tidak masuk akan meminta pekerja untuk lembur dan mengeluarkan biaya tambahan bagi para pekerja. Ini tidak pernah terjadi sebelumnya,” terang manajer rantai pasok yang terlibat dalam produksi iPhone.

Tim Cook, Chief Executive telah mengatakan kepada Reuters bulan Oktober, bahwa dampak tantangan rantai pasokan akan lebih buruk selama kuartal penjualan liburan, ketimbang kuartal sebelumnya.

Nikkei melaporkan, pada bulan Oktober, untuk pertama kalinya dalam lebih dari satu satu dekade, perakitan iPhone dan iPad dihentikan selama beberapa hari karena kendala rantai pasokan dan pembatasan penggunaan daya di China,

Sepanjang September dan Oktober, realokasi komponen bersama semakin menekan perakitan iPad, menyebabkan volume produksi sekitar 50% lebih sedikit dari yang direncanakan, sementara perkiraan produksi untuk iPhone generasi lama juga turun sekitar 25%.

Selain itu, Apple telah memberi tahu pemasok suku cadangnya bahwa permintaan untuk jajaran iPhone 13 telah melambat.

Apel telah memotong target produksi iPhone 13 untuk tahun ini pemangkasan produksi pada iPhone 13 terjadi akibat tak terlalu banyak pembaruan pada ponsel itu dan juga kelangkaan barang.

iPhone 13 ditargetkan hanya diproduksi sebanyak 10 juta unit dari target awal yang sangat besar 90 juta unit di 2021 ini.

Kekurangan pasokan chip juga diduga sebagai penyebab pemangkasan produksi ponsel yang dirilis pada pertengahan November 2021 itu.

Kebaradaan iPhone 13 

Saat dikonfirmasi ke sejumlah pedagang, mereka menyebutkan hal yang beragam. Seperti yang diungkapkan Jimmy, Manager Global Green Cellular, ITC Roxy Mas Jakarta Pusat menuturkan jika sudah satu minggu ini iPhone 13 sulit dicari keberadaanya.

“Kalau saya cari iPhone 13 Pro Max memori 1TB susah sekali cari, saya tanya ke distributor masih nunggu, di iBox pun seperti itu. Kalau di toko saya, jika ada yang cari iPhone, saya ke toko dan toko langsung ke iBox. Sebelumnya untuk mencari iPhone 13 saya harus nunggu 20 menit,’urai Jimmy.

Simon, Pemilik Chans Celullar ITC Roxy Mas, Jakarta Pusat menuturkan kalau untuk pembeli iPhone di tempatnya sangat jarang. kalaupun ada iPhone second. Namun dari informasi yang didapat di toko-toko sebelahnya kalau saat ini iPhone, khususnya seri baru sedikit susah.

Baca Juga:Apple Pangkas Puluhan Juta Produksi iPhone 13

“Kalau di toko saya sih belum ada yang cari, tapi menurut kabar dari toko disekitar saya informasinya seperti itu,” kata Simon.

Informasi ini pun Selular coba tanyakan ke Erajaya Group, sebagai distributor tunggal iPhone di ndonesia, Pihak Erajaya menyebutkan telah melakukan planning yang baik untuk memastikan supply yang cukup untuk memenuhi demand selama kuartal empat tahun ini.

Partner Erajaya cukup optimis bahwa market Indonesia yang sangat besar tetap menjadi potensi yang baik sehingga kebutuhan stock akan terus diprioritaskan untuk memenuhi demand yang ada.