Penjualan Xiaomi di Pasar Luar Negeri Meningkat, Tapi Kenapa Indonesia Turun?

Penjualan Xiaomi di Pasar Luar Negeri Meningkat, Tapi Kenapa Indonesia Turun?

Jakarta, Selular.ID – Di tengah kekurangan komponen utama, Xiaomi membukukan pendapatan dan pertumbuhan laba di Q3, melanjutkan momentum penjualan smartphone di pasar luar negeri.

Dalam laporan pendapatan, Xiaomi mencatat total pendapatan CNY78 miliar ($12,2 miliar), naik 8,2 persen tahun-ke-tahun, dengan operasi di luar pasar dalam negeri China menghasilkan CNY41 miliar.

Xiaomi menyebutkan bahwa pertumbuhan pendapatan juga didorong oleh kenaikan segmen harga yang lebih tinggi, dengan penjualan perangkat dengan harga €300 ($337.89) atau lebih di pasar luar negeri naik lebih dari 180 persen.

Laba bersih tumbuh 25,4 persen menjadi CNY5,2 miliar. Xiaomi menyatakan lingkungan makro global dan sentimen pasar terhadap sektor teknologi di China telah memengaruhi angka tersebut, sementara investasi jangka panjangnya juga menghasilkan “kerugian finansial yang belum terealisasi”.

Xiaomi mengklaim pencapaian itu memperkuat posisinya di pasar internasional meskipun “kekurangan global komponen utama”.

Pencapaian itu mengutip angka dari perusahaan riset pasar Canalys yang menunjukkan Xiaomi menduduki puncak tabel pengiriman di 11 negara dan wilayah, dan termasuk di antara lima teratas di 59 negara dan wilayah secara global.

Secara total, pengiriman smartphone Xiaomi mencapai 43,9 juta, menempati peringkat ketiga secara keseluruhan dengan pangsa pasar 13,5 persen, yang dikaitkan dengan jangkauan yang lebih luas kepada pengguna dengan produk baru.

Pendapatan di unit bisnis utama Xiaomi lainnya, layanan internet tumbuh 27,1 persen menjadi CNY7,3 miliar, tertinggi baru dalam kuartalan. Pendapatan iklan tumbuh 44,7 persen menjadi CNY4,8 miliar pada basis pengguna yang berkembang dan game naik 25 persen menjadi CNY1 miliar.

Di Indonesia sendiri, kinerja Xiaomi terbilang turun naik. Menurut laporan Canalys terbaru, Vivo menduduki posisi nomor satu vendor smartphone di Indonesia pada kuartal ketiga 2021. Lima besar vendor smartphone Indonesia pada periode Juli-September 2021 berturut-turut adalah Vivo (23%), Oppo (19%), Samsung (18%), Xiaomi (16%) dan Realme (13%).

Anjlok ke posisi empat pada kuartal ketiga 2021, menunjukkan Xiaomi tak mampu menahan dampak krisis chips yang mendorong peningkatan harga jual. Padahal pada periode sebelumnya, Xiaomi mampu meraih puncak. Itu adalah kali pertama sejak vendor masuk ke Indonesia pada 2014.

Sepanjang kuartal kedua 2021, Xiaomi sukses membukukan pertumbuhan paling cepat di antara lima besar merek smartphone, yakni 112% year on year (YoY). Sehingga mampu meraih 28% pangsa pasar. Posisi kedua dikuasai Oppo dengan market share 20%, diikuti Samsung (18%), Realme (12%), dan Vivo (12%).