BerandaNewsTelcoPengabungan Icon+ PLN dan Telkom, Mastel: Perkuat BUMN Telekomunikasi di Mata OTT

Pengabungan Icon+ PLN dan Telkom, Mastel: Perkuat BUMN Telekomunikasi di Mata OTT

-

Jakarta, Selular.ID – Isu pengabungan Anak Usaha PLN yaitu PT Indonesia Comnets Plus (Icon+) dengan Telkom bergulir cukup hangat pasca menteri Badan Usaha Milik Negara (BMUN) Erick Thohir memberi sinyal, tengah mendalami kedua perusahan plat merah tersebut.

DR Sigit Puspito Wigati Jarot, Ketua Bidang Infrastruktur Telematika Nasional MASTEL menerangkan, jika rencana penggabungan Icon+ dan Telkom adalah suatu langkah yang positif. Dampak positif pertama bagi pengelolaan BUMN, tidak perlu ada persaingan antar BUMN di satu bidang usaha. Bagi industri kemungkinan juga akan positif, karena yang dapat perlakuan khusus karena berbagai alasan jadi lebih sedikit. Buat persaingan usaha juga semakin fair play semakin baik,” terang Sigit kepada Selular, Kamis (9/2).

Dan menurutnya langkah penggabungan tersebut yang mengarah pada isu boros investasi atau bahkan salah langkah karena memang perusahaan BUMN yang nyempung pada bisnis internet itu bukan lah bergerak pada bisnis inti.

Sigit pun melihat manuver Menteri BUMN pun perlu dilihat dengan perspektif lain, “jadi tidak harus melihatnya pada sisi kesalahan dan keborosan, tapi lebih tepat sebagai penataan BUMN agar lebih baik,” sambungnya.

Langkah ini pun menjadi penting, disamping persaingan antar operator di pasar telekomunikasi saat ini sudah sangat tinggi. Lalu Sigit pun berpandangan yang juga musti dikhawatirkan justru dari ancaman penyelenggara layanan over the top (OTT), yang perlakuan regulasinya tidak sama, sehingga berpotensi berdampak pada sustainabilitas operator.

Baca juga :  Kue Besar 5G Ada di Sektor Industri, Telkomsel: Positioning Power dan Benefit yang Dimiliki Lebih Besar

Para pemain OTT yang memang identik sebagai pengisi pipa data, atau menjalankan layanan di mana sebagian besar gratis karena menumpang jaringan bandwidth milik operator telekomunikasi memang tak ayal, dianggap selalu merugikan operator telekomunikasi, karena tidak mengeluarkan investasi besar namun mengeruk keuntungan di atas jaringan milik mereka.

Baca juga :  Beli Paket Data Telkomsel Bisa Melalui Fitur Facebook Mobile Center

“Penggabungan keduanya mungkin dapat memperkuat posisi BUMN telekomunikasi di mata OTT. Kemudian di bidang usaha jaringan tetap, selain persaingan usaha, yang perlu didorong juga adalah efisiensi sumberdaya nasional, agar penggelaran jaringan broadband tetap bisa lebih merata, dan tidak banyak duplikasi yang tidak sehat,” tandasnya.

Artikel Terbaru