spot_img
BerandaSmartphoneMembandingkan Pencapaian Vivo di China dan Indonesia, Mana yang Lebih Moncer?

Membandingkan Pencapaian Vivo di China dan Indonesia, Mana yang Lebih Moncer?

-

Jakarta, Selular.ID – Perusahaan riset teknologi Canalys, melaporkan bahwa pengiriman di pasar smartphone terbesar di dunia China, mencapai 74,9 juta unit pada kuartal kedua, turun dari 90,7 juta pada periode yang sama tahun lalu, karena jumlah vendor handset Android utama yang dapat mengirimkan 10 juta unit setiap kuartal menyusut menjadi tiga dari lima sebelumnya.

“Pangsa pasar kolektif dari lima vendor teratas telah turun dari 95 persen pada kuartal kedua 2020, ketika Huawei mendominasi, menjadi 82% pada 2021,” kata Nicole Peng, Wakil Presiden Mobilitas di Canalys.

Oppo dan Vivo, dua vendor yang bernaung di BBK Electronics Corp, perusahaan produsen elektronik konsumen yang berbasis di Dongguan, tetap menjadi dua vendor smartphone teratas di negara itu dengan pengiriman unit masing-masing 18,2 juta dan 16 juta pada kuartal terakhir.

Baca juga: Ini Hikmah yang Bisa Dipetik dari ‘Konflik’ Infinix Vs Xiaomi  

Xiaomi yang berbasis di Beijing menggantikan Huawei di tempat ketiga, dengan pengiriman 12,6 juta unit pada periode yang sama. Perusahaan yang terdaftar di Hong Kong juga merupakan vendor dengan pertumbuhan tercepat pada kuartal terakhir, membukukan peningkatan pengiriman sebesar 35% untuk pangsa pasar 17%.

Apple dan Honor, mantan merek smartphone murah Huawei, melengkapi lima vendor teratas China daratan pada kuartal terakhir dengan pengiriman unit masing- masing 7,9 juta dan 6,9 juta. Honor memulai debutnya di peringkat lima besar vendor ponsel pintar, beberapa bulan setelah dijual oleh induk perusahaan Huawei.

Sebaliknya, kuartal ini menandai pertama kalinya dalam lebih dari tujuh tahun bahwa Huawei keluar dari peringkat lima besar pengiriman vendor ponsel pintar di negara itu. Perusahaan yang berbasis di Shenzhen, pembuat peralatan telekomunikasi terbesar di dunia dan sebelumnya vendor smartphone terbesar China, telah menjadi salah satu korban utama dari meningkatnya ketegangan AS-China.

Baca juga: Rekomendasi Smartphone Harga Rp1 Jutaan, Kuat Untuk Gaming Lho!  

Anjloknya permintaan di China dengan sendirinya semakin memukul kinerja Huawei yang sebelumnya sempat mengandalkan pasar dalam negeri, guna mengimbangi merosotnya penjualan di pasar internasional.

Baca juga :  Dua Smartphone Realme Terbaru Siap Dipasarkan 9 September Mendatang

Saat ini Huawei sedang berjuang di tengah pembatasan ketat yang diberlakukan tahun lalu, yang mencakup akses ke chip yang dikembangkan atau diproduksi menggunakan teknologi AS, dari mana saja.

“Merek ponsel pintar bersaing ketat untuk mengeksploitasi penurunan Huawei, dan secara proaktif memperoleh sumber daya saluran dan meluncurkan produk baru yang ditargetkan,” kata Amber Liu, analis riset di Canalys.

Hal ini menyebabkan tingkat persediaan yang tinggi pada kuartal kedua tahun ini, yang melemahkan permintaan saluran pada kuartal kedua.

Pasar Indonesia

Pencapaian Vivo di kandangnya, berbeda dengan kondisi di Indonesia. Kinerja vendor yang identik dengan warna biru itu, masih terbilang naik turun. Dua pesaing terdekatnya, Oppo dan Samsung, kerap bertukar tempat dalam mengambil posisi puncak.

Baca juga :  Oppo Find X3 Pro Photographer Edition Berpotensi Dobrak Pasar Smartphone Premium

Menurut Canalys, lima besar vendor smartphone di Indonesia untuk periode Januari – Maret 2021 masih dihuni oleh lima vendor yang sama seperti dua tahun terakhir. Hanya saja, posisi mereka silih berganti.  Top 5 brand smartphone di nusantara pada Q1-2021 adalah Oppo (24%), Samsung (19%), Vivo (19%), Xiaomi (18%), dan Realme (12%).

Baca juga: Video: Rekomendasi TWS Murah Kualitas Gak Murahan, Harga Mulai Rp200 Ribuan!

Vendor yang identik dengan warna hijau itu meraih market share sebesar 24% atau naik sebanyak 39% dibandingkan kuartal sama tahun lalu. Padahal, di akhir tahun 2020 Oppo masih menduduki posisi kedua dengan raihan yang sama besar, 24%.

Di posisi kedua dan ketiga diduduki oleh Samsung dan Vivo, yang menurut perhitungan Canalys, meraup pangsa pasar yang sama besar yakni 19%. Samsung menjadi satu-satunya vendor di Lima Besar yang mencatat penurunan market share dari kuartal sama tahun lalu, sebesar -5%, tetapi berhasil menguatkan cengkeramannya ke posisi runner-up dari posisi buncit (peringkat lima) di kuartal sebelumnya.

Sedangkan pangsa pasar Vivo naik sebanyak 17% dibandingkan tahun lalu, tetapi posisinya malah merosot ke nomor tiga. Padahal Vivo, menurut catatan Canalys, adalah penguasa pasar smartphone Indonesia di kuartal sebelumnya.

spot_img

Artikel Terbaru