spot_img
BerandaPersonaKiprah “Bapak Seluler Indonesia”, Garuda Sugardo di Industri Telekomunikasi

Kiprah “Bapak Seluler Indonesia”, Garuda Sugardo di Industri Telekomunikasi

-

Jakarta, Selular.ID – Pesatnya perkembagan industri telekomunikasi tanah air tidak terlepas dari peran penting para tokoh pelaku industri tersebut. Salah satu tokoh yang banyak memberikan sumbangsih kepada industri telekomunikasi adalah Garuda Sugardo.

Nama Garuda Sugardo sudah tidak asing lagi di industri telekomunikasi tanah air, mengingat kiprahnya selama ini. Bahkan Garuda seringkali disebut sebagai “Bapak Seluler Indonesia” oleh sejumlah orang.

Kali ini Redaksi Selular akan membahas kiprah Garuda Sugardo yang sudah kurang lebih 30 tahun malang melintang di dunia telekomunikasi tanah air dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-76. Sesuai namanya yang menyerupai Lambang Negara Indonesia, Garuda menjadi ikon penting di industri telekomunikasi tanah air.

Setelah lulus kuliah pada tahun 1977, Garuda Sugardo mengawali karir di industri telekomunikasi dengan bekerja di PT Telkom di Bandung, di Laboratorium Komunikasi Data di bagian Pusat Penelitian dan Pengembangan selama 12 tahun dari tahun 1977. Di sana, Garuda menjadi salah satu engineer pertama di Telkom yang mempelajari komunikasi data.

Ada beberapa proyek percontohan yang dikerjakan Garuda bersama tim. Misalnya, proyek Packet Satellite Data Network (PACKSATNET) pada tahun 1985. Tak hanya itu, ada juga proyek Sistem VSAT pada tahun 1988 – 1989, yang kemudian menjadi PT Citra Sari Makmur (CSM). Proyek lainnya yaitu Sistem Komunikasi Data Paket selama periode 1987 – 1989, yang menjadi cikal bakal PT. Lintas Artha.

Setelah 12 tahun berada di bagian Pusat Penilitian dan Pengembangan, pada tahun 1989 Garuda dipindah tugaskan ke Irian Jaya (Papua). Selanjutnya di tahun 1990, pria lulusan jurusan Teknik Elektro Universitas Indonesia ini diangkat sebagai Kepala Wilayah Usaha Telekomunikasi XII Irian Jaya.

Bukannya sedih, Garuda justru gembira. Karena sesuai filosofi tentara, yang terbaik adalah tentara yang berperang di medan paling buruk.

Baca juga: Kevin Aluwi Pendiri Gojek yang Berperan Aktif Kembangkan Binis Rintisan

Garuda memang sempat ingin menjadi tentara, namun cita-citanya harus kandas. Selama setahun di  Irian (1990 – 1991), kinerjanya dinilai baik hingga berhasil diberi penghargaan sebagai Wilayah Telekomunikasi Terbaik Telkom.

Pada tahun 1991, Garuda ditarik kembali ke kantor pusat Telkom. Selang setahun, di tahun 1992, Garuda Sugardo ditempatkan sebagai Kepala Proyek Sistem Telekomunikasi Kendaraan Bergerak (STKB), yang merupakan awal perjalanan industri selular di Indonesia yang dipelopori oleh PT Telkom. Di posisi tersebut, pria kelahiran 4 Desember 1949 ini menjabat selama empat tahun.

Selain itu, Garuda juga merupakan sebagai engineer pertama di Telkom yang memilih menggeluti telegraf dan komunikasi data. Garuda mengibaratkan proyek yang menjadi tanggung jawabnya itu, layaknya cerita Bandung Bondowoso yang harus membangun 1000 candi hanya dalam satu malam.

Garuda Sugardo
Garuda Sugardo

“Saya harus menyelesaikan pembangunan 10 BTS hanya dalam tempo enam bulan, sementara mereka sendiri belum punya pengalaman. Itu adalah tantangan yang tak terlupakan,” ujar Garuda kepada Selular ID.

Garuda ditunjuk oleh pimpinan Telkom untuk memimpin Proyek Percontohan GSM Telkomsel di Batam pada tahun 1993 -1994. Kemudian pada tanggal 31 Desember 1993 uji coba GSM di Batam diresmikan oleh Menristek BJ Habibie. Pada momen yang bersejarah itu, Habibie juga meresmikan pemakaian Telkomsel sebagai nama produk dari Telkom yang kemudian didaftarkan di GSM (Global System for Mobile communications) Forum dan diakui dunia.

Pada 26 Mei 1995, akhirnya proyek tersebut diresmikan menjadi PT Telkomsel. Atas prestasinya tersebut, Garuda menjadi orang pertama dari Telkom yang ikut dalam kongres GSM di Eropa pada 1994. Saat awal berdirinya Telkomsel, Garuda didapuk sebagai Direktur Teknik dan Rekayasa. Salah satu prestasi yang dicapai Garuda sejak menjabat Direktur Teknik dan Rekayasa adalah cakupan jaringan Telkomsel hingga 27 propinsi di Indonesia.

Garuda Sugardo, mantan Direktur Telkomsel (Donnie/Selular.ID)

Garuda juga membuat gebrakan lain yaitu membuat Telkomsel menjual SIMCard. Selain itu, Garuda juga sukses menerapkan sistem open distribution channel untuk ponsel kala itu.

Baca juga: Sekilas Profil Abdee Negara, Gitaris Slank yang Dilantik Jadi Komisaris Telkom

Konsep prabayar pada Simpati juga merupakan gagasan dari Garuda yang sukses menjadi prabayar pertama di Asia Tenggara. Hingga kini di era 5G, prabayar paling banyak digunakan pengguna ponsel di Indonesia.

Sukses membangun Telkomsel selama 3 tahun, pada tahun 1998 Garuda dikembalikan ke Telkom. Di tahun 1999, Garuda ditunjuk menjadi anggota panitia khusus pembahasan Undang-Undang Telekomunikasi no.3 tahun 1999. Cukup lama menjabat di Telkom, di tahun 2000, Garuda ditugaskan oleh Megawati Sukarnoputri yang kala itu menjabat sebagai Presiden RI. Awal karir di Indosat, Garuda menduduki posisi Direktur Operasi dan Teknik Indosat.

Salah satu tugas yang harus diemban Garuda adalah mewujudkan perubahan Indosat dari operator penyelenggara telekomunikasi hubungan internasional menjadi full network and service provider setara dengan Telkom. Garuda juga merupakan penggagas terciptanya produk IM3 (Indosat Multimedia Mobile).

Berkat sederet prestasi yang ditorehkan, Garuda mendapat penghargaan Satya Lencana Pembangunan di bidang pengembangan telepon selular dari Presiden Republik Indonesia kala itu, Megawati Sukarnoputri pada tahun 2001. Baru seumur jagung berkarir di Indosat, sayangnya, Garuda harus kembali ke Telkom pada tahun 2002.

Saat kembali ke Telkom, pria yang dijuluki “Bapak Seluler Indonesia” ini menjabat sebagai Direktur Bisnis Jasa Telkom. Salah satu tugasnya yaitu pengoperasian produk Telkom Flexi.

Berikutnya pada tahun 2005, Garuda kembali dipercaya untuk mengisi jabatan Wakil Direktur Utama Telkom hingga Februari 2007. Pada Agustus 2011, pria berusia 61 tahun ini memutuskan bekerja di TiPhone. Membantu TiPhone yang Go Public dan merasakan tantangan berbeda menjadi alasan utamanya bergabung di perusahaan tersebut.

Hanya 6 bulan, pada akhir Februari 2012 Garuda resmi mengundurkan diri dari TiPhone. Di usianya yang sudah terbilang matang, pria yang fasih berbahasa Inggris, Perancis dan Jepang ini terlihat masih semangat untuk berkecimpung di dunia telekomunikasi.

Baca juga: Garuda Sugardo Kecewa dengan Indosat Ooredoo

“Saya memiliki moto hidup “bekerja sebatas kekuatan, berkarya sebatas kemampuan dan mengabdi sampai nafas penghabisan”. Sebenarnya saya masih punya obsesi terkait industri telekomunikasi. Saya berharap jumlah operator selular di Indonesia bisa lebih sedikit. Tujuannya agar tercipta efisiensi di industri ini,” ungkap Garuda.

Meski kini sudah tidak berkecimpung di industri telekomunikasi, Garuda masih aktif menghadiri beberapa acara yang digelar provider. Kecintaan terhadap dunia IT dan berdasarkan latar belakang pendidikan jurusan Teknik Elektro, Garuda mendirikan politeknik serta berencana membangun STM khusus IT.

Memiliki hobi yang terbilang ekstrem, Garuda hingga kini masih aktif tergabung di komunitas Harley Davidson dan Klub Otomotif Volvo. Bahkan Garuda juga sesekali mengikuti olahraga paralayang dan terkadang mengikuti klub menembak di Kopasus.

Semoga dalam susasana HUT Kemerdekaan RI ke-76, dengan semangat Indonesia Tangguh dan Indonesia Tumbuh, “Bapak Seluler Indonesia”, Garuda Sugardo dapat terus berkontribusi dalam industri telekomunikasi tanah air melalui pengalaman dan ide yang selama ini diberikan. Tujuannya untuk membuat industri telekomunikasi tanah air Tetap Tangguh dalam menghadapi ketatnya persaingan dan Tetap Tumbuh dalam bisnis yang dijalani.

Dalam menyambut Hari Kemerdekaan RI ke-76, Selular mempersembahkan 17 artikel pilihan mengenai tokoh-tokoh dalam negeri yang berkontribusi dalam perkembangan industri telekomunikasi Tanah Air dan berperan aktif dalam mengedukasi gaya hidup digital masyarakat.

Artikel Terbaru