BerandaNewsWaspada! Indonesia Jadi Salah Satu Sasaran Spyware Buatan Israel

Waspada! Indonesia Jadi Salah Satu Sasaran Spyware Buatan Israel

-

Jakarta, Selular.ID – Perangkat pengintai atau Spyware bernama DevilsTongue yang dibuat oleh Candiru, yang merupakan sebuah perusahaan asal Israel, telah disalahgunakan. Kabar hangat yang beredar mengatakan bahwa Candiru menggunakan alat peretas tersebut untuk mengincar dan mensusupi data dari setidaknya 100 aktivis, jurnalis, dan oposisi pemerintah di berbagai penjuru negara, termasuk Indonesia.

Mengutip laporan dari Reuters.com, berdasarkan penyelidikan yang dilakukan oleh 17 organisasi media, termasuk TheWashingtonPost salah satunya, perangkat itu berhasil meretas data dari 37 smartphone milik wartawan, pejabat pemerintah, dan aktivis HAM di penjuru dunia.

Dalam aksinya ini, Candaru memanfaatkan kerentanan yang ada pada sistem operasi besutan Microsoft, yaitu Windows. Oleh karenanya, pengoperasiannya pun dilakukan di beberapa negara yang melakukan pembelian aplikasi tersebut, diantaranya yakni Arab Saudi, Israel, Hungaria, dan Indonesia.

Selanjutnya, mengutip dari Bloomberg, Manager Umum Unit Keamanan Digital Microsoft, Cristin Goodwin, telah angkat bicara terkait hal ini.

“Alat ini digunakan dalam ‘serangan presisi’ terhadap computer target, telepon, insfrastruktur jaringan, dan perangkat yang terhubung ke Internet.” pungkas Cristin.

Laporan Bloomberg juga mengungkap bahwa sebenarnya, para peneliti dari Citizen Lab sudah menghimbau kepada Microsoft akan serangan ini. Kemudian, setelah berminggu-minggu melakukan analisis, Microsoft melalui blog resminya, telah merilis patch pada 13 Juli 2021 kemarin terkait kabar kerentanan Windows yang diyakini sebagai titik masuk spyware. Tetapi, dalam patch itu Microsoft tak menyebut Candiru, melainkan merujuk pada ‘aktor ofensif sektor swasta yang berbasis di Israel’, yakni Sourgum.

Lebih lanjut, peneliti dari Citizen Lab juga memperjelas bahwa spyware Candiru merupakan bagian dari industri swasta yang berkembang pesat yang menjual teknologi kepada pemerintah dan pemimpin otoriter sehingga mereka dapat memperoleh akses ke komunikasi warga negara dan oposisi politik.

Dalam berita terkait, perusahaan Israel lainnya, yaitu NSO Group Ltd, telah dituduh menyediakan spyware kepada pemerintah yang represif yang telah menggunakannya untuk mengintai jurnalis dan aktivis.

Tetapi, NSO melakukan pernyataan melalui e-mail ke The Verge pada hari Minggu kemarin, (18/07/2021), seorang juru bicara NSO membantah tuduhan tersebut. Setelah memeriksa klaim mereka, kami dengan tegas menyangkal tuduhan palsu yang dibuat dalam laporan mereka, dan telah mempertimbangkan gugatan pencemaran nama baik terhadap sumber pertama yang mencemarkan nama baik NSO.” tulis pernyataan tersebut.

Tonton juga video di bawah ini:

Artikel Terbaru