spot_img
BerandaNewsFeatureCerita "Pecah Telur" Dirut Baru Telkomsel, Hendri Mulya Syam

Cerita “Pecah Telur” Dirut Baru Telkomsel, Hendri Mulya Syam

-

Jakarta, Selular.ID – Jumat pekan lalu (28/5), Telkom dan Singtel, selaku perusahaan induk, kembali memutuskan perubahan pada susunan dewan direksi Telkomsel. Secara mengejutkan, hasil RUPS menempatkan Hendri Mulya Syam sebagai Direktur Utama menggantikan Setyanto Hantoro.

Padahal Setyanto sendiri terhitung belum terlalu lama menjabat. Ia didapuk sebagai Dirut pada Januari 2020, menggantikan Emma Sri Martini yang berpindah posisi sebagai Direktur Keuangan Pertamina. Emma sendiri menjabat posisi puncak itu sepanjang Mei – November 2019. Dengan demikian, dalam tiga tahun terakhir, Telkomsel sudah telah tiga kali bongkar pasang posisi posisi Dirut.

Di sisi lain, sebelum ditunjuk sebagai orang nomor satu di Telkomsel, Hendri merupakan Direktur Sales. Dengan “naiknya” Hendri, kini posisi Direktur Sales dijabat oleh Adiwinahyu Basuki Sigit. Satu pejabat baru lainnya adalah Mohamad Ramzy sebagai Direktur Keuangan dan Manajemen Resiko menggantikan Leonardus Wahyu Wasono.

Menariknya, suksesi posisi Dirut Telkomsel ini bersamaan dengan rencana pemanggilan oleh Direskrimsus Polda Metro Jaya. Setyanto rencananya dipanggil sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi program broadband Telkomsel dengan nilai kerugian Rp 300 miliar. Apakah lengsernya Setyanto dari posisi dirut terkait persoalan tersebut? Wallahu a’lam bishawab.

Terlepas dari persoalan hukum, namun pergantian posisi puncak di sebuah perusahaan, sesuai hasil RUPS adalah hal yang biasa. Umumnya disebabkan karena masa kerja direksi sudah lama dan juga ada pertukaran tempat. Pertimbangan lain dilakukan sebagai penyegaran dalam tubuh organisasi. Supaya perusahaan bisa terus tumbuh di tengah lingkungan bisnis yang semakin kompetitif.

Denny Abidin, Vice President Corporate Communications Telkomsel, dalam keterangan resminya, menyebutkan bahwa penetapan susunan baru Direksi Telkomsel sejalan dengan strategi Telkomsel sebagai perusahaan telekomunikasi digital dengan mengembangkan digital trifecta yang meliputi digital connectivitydigital platform, dan digital services, sekaligus untuk membuka lebih banyak banyak peluang untuk masyarakat Indonesia melalui penguatan ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Naiknya Hendri ke posisi puncak memang bertepatan dengan langkah agresif Telkomsel di era digital yang telah mendisrupsi banyak bidang usaha karena kemajuan teknologi selular. Seperti diketahui, sehari sebelum digelarnya RUPS, operator selular terbesar di Indonesia itu  meluncurkan layanan 5G secara komersial. Meski masih terbatas, Telkomsel resmi menggelar teknologi mobile broadband terkini yang mampu berlari tiga kali lebih cepat dari 4G. Membuat Indonesia sejajar dengan negara-negara maju lainnya, seperti China dan Korea Selatan yang sudah menggelar 5G pada 2019 lalu.

Hadirnya 5G diharapkan dapat mendongrak kinerja Telkomsel yang sempat menurun pada tahun lalu. Sebagai operator terbesar di Indonesia, Telkomsel memang masih mampu meraih laba. Tercatat laba tahun berjalan dari operasi yang masih berlanjut mencapai Rp 25,06 triliun. Meski begitu, laba sepanjang 2020 itu, sedikit turun dibandingkan dengan perolehan tahun sebelumnya Rp 25,79 triliun. Penurunan laba tak lepas dari menyusutnya pendapatan. Sepanjang 2020 pendapatan perusahaan sebesar Rp 87,1 triliun. Padahal pada 2019 menembus Rp 91 triliun.

Hendri sendiri mengawali karir di Telkomsel sejak 1995 dengan menempati berbagai posisi, mulai dari Network Strategy, Network Services and Quality, Corporate Planning, Product and Mobile Data, Marketing, Customer Service and IT Operation, dan Program Management Office.

Meski menjadi bagian dari pertumbuhan Telkomsel sejak era 2G, 3G hingga 4G, namun pada 2018 Hendri mencoba peruntungan lain. Secara mengejutkan pria ramah ini menyebrang ke Indosat Ooredoo. Sebagai Chief Sales and Distribution Officer, Hendri turut andil dalam tranformasi digital yang diusung anak perusahaan Qatar Telecom itu, khususnya mengembalikan kinerja perusahaan yang bolong-bolong imbas kebijakan registrasi prabayar.

Namun karir Hendri di Indosat Ooredoo, tak berlangsung lama. Ia memilih pulang kampung dengan masuk ke dalam jajaran direksi Telkomsel sebagai Direktur Network pada Juni 2020, menggantikan Venusiana Papasi yang ditarik ke PT Telkom.

Jabatan Direktur Network yang ia emban juga terbilang singkat. Pada Februari 2021, alumnus teknik elektro Institut Teknologi Indonesia (ITI) itu berpindah posisi ke Direktur Sales. Dan terhitung per Jumat (28/5) ia didaulat sebagai Dirut Telkomsel yang baru menggantikan Setyanto.

Naiknya Hendri, menunjukkan telah terjadi perubahan kebijakan paling mendasar yang selama ini ‘seolah’ digariskan PT Telkom. Pasalnya, ini adalah kali pertama karyawan asli yang dibesarkan Telkomsel mampu menempati posisi puncak. Dengan kata lain, Hendri telah menciptakan tradisi baru atau “pecah telur”, di mana karyawan internal Telkomsel juga berpeluang meraih posisi sebagai direktur utama seperti dirinya.

Sebelumnya, posisi dirut selalu menjadi “hak istimewa” induk perusahaan itu. Kecuali Emma Sri Martini yang berasal dari luar perusahaan (Dirut PT SMI), eksekutif dari Telkom selalu mendominasi kursi tersebut. Mulai dari Koesmarihati (1995 – 1999), Mulya Tambunan (1999 – 2003), Bajoe Narbito (2003 – 2005), Kiskenda Suriahardja (2005 – 2009), Sarwoto Atmosutarno (2009 – 2013), Alex Janangkih Sinaga (2013 – 2015), Ririek Adriansyah (2015 – 2019),  hingga Setyanto Hantoro (2020 – 2021).

Kini seturut hari jadi Telkomsel ke-26 yang baru dirayakan pada 26 Mei 2021, estafet orang nomor satu di perusahaan telah resmi berpindah ke Hendri Mulya Syam. Dengan pengalaman segudang, pria yang akrab dipanggil HMS ini diyakini dapat membawa Telkomsel meraih kesuksesan, terutama layanan 5G yang baru diluncurkan.

Selamat buat Pak HMS, semoga selalu amanah dan tetap semangat.

spot_img
spot_img

Artikel Terbaru