Beranda Persona Hadapi Diskriminasi Gender Dengan Mindset yang Kuat!

Hadapi Diskriminasi Gender Dengan Mindset yang Kuat!

-

Jakarta, Selular.ID – Hari Kartini, yang diperingati setiap tanggal 21 April merupakan hari untuk memperingati dan menghormati perjuangan R.A Kartini dalam mewujudkan kesetaraan kesempatan antara laki-laki dan perempuan di era modern yang secara khusus terutama dalam bidang pendidikan dan secara umum kesetaraan gender di semua bidang.

Perjuangan Kartini memegang peranan penting terhadap kesetaraan gender, oleh karena itu Kartini dikenal sebagai role model dari banyak perempuan hebat Indonesia. Dan tak dipungkiri banyak sekali perempuan-perempuan hebat Indonesia yang menjadikan Kartini sebagai inspirasi dalam menjalani karier maupun berkarya sehingga mampu memberikan manfaat kepada khalayak luas, salah satunya ialah Dolly Susanto selaku Chief Marketing Officer Tri Indonesia.  

Dolly kepada tim Selular mengaku sebagai perempuan yang bekerja, pernah mengalami diskriminasi, “entah itu secara langsung ataupun tidak langsung. Tetapi yang paling penting ialah bagaimana membangun mindset kita menghadapi suasana diskriminasi itu,” ujar Dolly, Rabu (21/4).

Baca juga: Kisah Srikandi Dibalik Kesiapan Puluhan Ribu Armada BlueBird

Menurutnya guna meredam gangguan diskriminatif itu, ialah dengan menunjukan potensi yang dimiliki oleh para perempuan, “jadi saya punya prinsip hidup jangan biarkan seseorang menghambat potensi Anda sebagai manusia. Yang bisa kita manage adalah diri kita sendiri, dan kita tidak bisa managing semua orang. Jadi The biggest enemy is ourself. Kemudian saya memiliki prinsip hidup, yaitu hidup itu singkat. Ini tentang Strategi, Eksekusi, dan Iterasi (Iteration) maka berpikir besar lah dan tetap positif,” lanjutnya.

Kemudian jika ditanya kapan mulai berkecimpung di dunia telekomunikasi, Dolly menceritakan setelah lulus dari universitas di US. Dirinya langsung mulai berkarir di financial industry, lebih tepatnya di investment bank.

“Sejak tahun 2007, saya baru memulai karir saya di industri telekomunikasi di 3 Indonesia, berawal dari brand, product, digital, dan akhirnya channel dan sales. Industri Financial dan telekomunikasi menurut saya sangat mirip karena tergantung dengan technologi, big data, dan business acumen dengan skill marketing dan promosi yang kuat,” ujarnya.

Baca juga: Telkomsel Gaet Lookout Lindungi Pelanggan Dari Ancaman Siber

Kemudian tantangan yang dihadapi salama bergelut dibidang telekomunikasi yang notabene cukup kental dengan pekerjaan pria,  ada pada teknologi dan customer behavior-nya yang sangat cepat berubah.

“Secara profesional dibidang telekomunikasi, saya selalu percaya bahwa setiap individual di industri ini, harus agile, harus cepat tanggap terhadap perubahaan customer behavior. Seberapa cepat kita relevant terhadap customers, baik secara produk, komunikasi, channels hingga digital,” tutur Dolly.

Selama berkarir dibidang telekomunikasi di 3 Indonesia Dolly mengaku sangat menikmati, walaupun penuh dengan tantangan yang harus dihadapinya.

Dolly juga berbagi pengalaman unik selama berkarir di dunia telekomunikasi. Namanya yang memang identik dengan pria ini,  sering dianggap sebagai seorang laki-laki. “Saya sering di anggap laki-laki, mungkin karena nama saya, dan bekerja di industri telekomunikasi. Uniknya ketika menjawab orang yang mencari Bapak Dolly,” tandasnya.

Artikel Terbaru