Beranda News Market Update Akhirnya Facebook Tanda Tangani Perjanjian dengan News Corp Australia

Akhirnya Facebook Tanda Tangani Perjanjian dengan News Corp Australia

-

Jakarta, Selular.ID – Facebook akhirnya menandatangani perjanjian berdurasi tiga tahun dengan jaringan berita Australia, News Corp. Perjanjian itu memberikan kepastian terhadap akses berita di negara kanguru itu, menyelesaikan kebuntuan jangka panjang dengan salah satu jaringan penerbit atas pembayaran konten.

Kesepakatan yang diumumkan pada Senin, (15/3/2021) meliputi tiga surat kabar nasional Australia, The Daily Telegraph (New South Wales), Herald Sun (Victoria) dan The Courier-Mail (Queensland).

Meski telah menandatangani perjanjian tersebut, rincian tentang jumlah yang dibayar Facebook untuk akses ke berita tidak diungkapkan.

Sebelum dengan media-media tersebut, Sky News Australia, yang seperti News Corp dimiliki oleh Rupert Murdoch, juga sudah memperpanjang perjanjian dengan Facebook.

Dalam sebuah pernyataan, News Corp mengatakan kesepakatan itu menyusul kesepakatan yang dicapai pada Oktober 2019 di mana publikasinya di AS menerima pembayaran untuk memberi Facebook News akses ke berita tambahan.

CEO News Corp Robert Thomson mengatakan bahwa kesepakatan itu “merupakan tonggak penting dalam mengubah ketentuan perdagangan untuk jurnalisme, dan akan berdampak material dan bermakna pada bisnis berita Australia kami”.

“Mark Zuckerberg dan timnya pantas mendapatkan pujian atas peran mereka dalam membantu membentuk masa depan jurnalisme, yang telah berada di bawah tekanan ekstrem selama lebih dari satu dekade.”

Sebelumnya Facebook pada bulan lalu, sempat menghentikan publikasi berita dan layanannya di Australia, karena pemerintah berenca untuk menerapkan undang-undang kontroversial yang mewajibkan perusahaan dan Google untuk menegosiasikan perjanjian lisensi dengan perusahaan media lokal terhadap konten berita mereka.

Meski memantik pro dan kontra, undang-undang tersebut kemudian disetujui oleh parlemen. Membuat pemain OTT global seperti Facebook dan Google, harus membayar kepada penerbit setempat atas publikasi konten yang sebelumnya tergolong free.

Artikel Terbaru