Beranda News Telco GSMA Peringatkan Dampak Serius dari Pemesanan Spektrum

GSMA Peringatkan Dampak Serius dari Pemesanan Spektrum

-

Jakarta, Selular.ID – GSMA memperingatkan otoritas yang menyisihkan aset spektrum 5G inti untuk penggunaan pribadi oleh industri vertikal berisiko memperlambat penyebaran operator, mengurangi cakupan dan menghambat kinerja teknologi baru di seluruh negara mereka.

Dalam sebuah makalah yang menguraikan posisi industri selular tentang penggunaan spektrum 4G dan 5G untuk industri vertikal, asosiasi industri mobile dunia itu mencatat dalam regulator era 5G menghadapi tekanan untuk mengakses spektrum di pita-pita utama dari berbagai sektor bisnis.

GSMA menyebutkan bahwa menyisihkan aset-aset ini akan memiliki konsekuensi yang lebih luas untuk akses nasional, mencatat situasinya akan “sangat parah” di negara-negara dengan kekurangan spektrum mid-band yang dapat diakses.

Alokasi yang dilisensikan secara pribadi, tambah laporan GSMA, berisiko kurang dimanfaatkan dan dikompromikan dengan proses alokasi spektrum yang adil.
Sebaliknya, GSMA mendesak pihak berwenang untuk mengizinkan operator seluler memenuhi kebutuhan industri yang terus meningkat.

“Operator seluler sudah mendukung vertikal dan dapat mengirimkan jaringan pribadi dengan spektrum khusus di mana diperlukan. Regulator juga dapat menyesuaikan pendekatan penghargaan normal mereka untuk memenuhi kebutuhan vertikal tanpa merusak 5G lebih luas”, bunyi pernyataan GSMA.

Sebagai contoh, badan itu mengutip langkah baru-baru ini di Finlandia di mana pihak berwenang menugaskan seluruh pita 3,5GHz untuk operator selular, dengan kerangka peraturan yang berlaku yang menyediakan basis untuk kolaborasi yang efektif.

Opsi-opsi lain yang layak digarisbawahi termasuk kebijakan pembagian-spektrum yang direncanakan dengan cermat untuk mereka yang ingin membangun jaringan pribadi, atau penyewaan spektrum. Ini juga mengutip pentingnya menggunakan spektrum tidak berlisensi untuk banyak vertikal.

Proses pengalokasian spektrum untuk industri bervariasi dari satu pasar ke pasar lainnya. Prancis, misalnya, diatur untuk mengalokasikan secara eksklusif untuk operator selular, sementara pihak berwenang Jerman sangat dikritik oleh Deutsche Telekom yang berkuasa karena membuat kekurangan spektrum 5G buatan dengan memesan alokasi untuk bisnis swasta.

Artikel Terbaru