Saturday, August 15, 2020
       
Home News Gelombang PHK Menghantam Perusahaan Ride-Hailing

Gelombang PHK Menghantam Perusahaan Ride-Hailing

-

Jakarta, Selular.ID – Perusahaan ride-hailing dan pembayaran Indonesia, Gojek akan mengumumkan PHK pada minggu ini. Sumber-sumber dengan pengetahuan tentang hal ini mengatakan kepada Reuters, meskipun perusahaan menolak berkomentar, terutama menyangkut jumlah karyawan yang dipangkas. 

Kabar Gojek akan melakukan pemutusan hubungan kerja cukup mengejutkan, pasalnya unicorn yang didirikan oleh Mendikbud Nadiem Makarim itu, sedang menyelesaikan putaran investasi lebih dari $ 3 miliar dengan nilai $ 10 miliar. 

Tercatat investor baru yang siap menggelontorkan dana sebesar itu adalah East Ventures, Mandiri Capital Indonesia, serta Pegasus Tech Ventures. Mereka akan bergabung dengan Facebook dan investor sebelumnya , seperti Tencent dan Google.

Menurut Reuters, kebijakan pembatasan berskala luas untuk mencegah meluasnya pandemi corona telah menghancurkan industri ride-hailing yang tengah naik daun. Hal itu memaksa perusahaan memotong jumlah pekerja secara global.

Diketahui, pada akhir 2019, Gojek memiliki sekitar 4.000 karyawan. Selain Indonesia, perusahaan telah memperluas bisnis ketiga negara lain di Asia Tenggara, masing-masing Vietnam, Singapura, dan Thailand.

Pekan lalu, Grab, kompetitor terdekat Gojek,  juga telah mengumumkan terpaksa harus memangkas 360 karyawan, termasuk di Indonesia. Hal ini dilakukan demi menyelamatkan perusahaan dari tekanan akibat wabah Covid-19.

Dalam suratnya kepada karyawannya, CEO dan Co-Founder Grab Anthony Tan, mengatakan sejak Februari 2020, perusahaan telah melihat dampak nyata dari pandemic Covid-19 ke bisnis perusahaan. Dia memperkirakan resesi itu akan berkepanjangan dan perusahaan yang berbasis di Singapura itu, harus mempersiapkan diri.

Tan mengatakan, selama beberapa bulan terakhir Grab telah meninjau semua komponen biaya, termasuk mengurangi pengeluaran dan menerapkan pemotongan gaji untuk manajemen senior.

Walaupun demikian, Tan menyadari bahwa perusahaan masih harus melakukan perampingan di beberapa sisi mengatasi tantangan ekonomi pasca pandemi. Termasuk menghentikan atau menutup sejumlah proyek.

“Untuk dapat mencapai hal tersebut, kami akan menghentikan beberapa proyek non-esensial, mengkonsolidasikan fungsi-fungsi di perusahaan untuk efisiensi yang lebih besar,” ujarnya dalam surat yang dikutip pada Rabu, 17 Juni 2020.

Selain Grab, perusahaan ride-hailing lainnya, Uber juga telah memangkas lebih dari 3.000 karyawan. Dalam emailnya kepada karyawan pada Senin (18/5/2020), CEO Dara Khosrowshahi mengatakan Uber juga akan menutup atau mengkonsolidasikan 45 kantor di seluruh dunia dan sedang mempertimbangkan pemotongan untuk bisnis lain, seperti pengiriman.

Sebelumnya Uber, pada 6 Mei, telah memangkas 3.700 karyawan, yang merupakan 14% dari tenaga kerja Uber saat itu. PHK putaran kedua menyisakan sekitar 20.000 karyawan.

Upcoming Event

Upcoming Event

Latest