Thursday, August 13, 2020
       
Home News Utilisasi Palapa Ring Harus Ditingkatkan

Utilisasi Palapa Ring Harus Ditingkatkan

-

Jakarta, Selular.ID – Sejak diresmikan pada Oktober 2019 lalu, hingga saat ini utilisasi palapa ring dinilai masih sangat rendah. Pemerintahpun untuk bisa menigkatkan pemanfaatan palapa ring ini ketimbang harus mengembangkan proyek Satelit Indonesia Raya (Satria).

Nonot Harsono, Pengamat Telekomunikasi menilai urgensi kepemilikan satelit Satria belum dijelaskan. Terlebih Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) sendiri tahun ini mulai menghadapi defisit anggaran.

“Palapa Ring sudah jalan, ya disukseskan dulu. Jangan menambah masalah dengan satelit, lihat urgensi kebutuhannya mana. Jangan menuruti gengsi, lihat dari sisi utilisasi dan rencana pemakaiannya,” kata Nonot.

Lebih lanjut dtegaskan Nonot harus ada dokumen dan design planning yang menjelaskan pemanfaatan satelit Satrias sehingga terlihat utilisasi dan rencana pemakaiannya.

“Harus ada nama desa, kecamatannya (yang membutuhkan). Harus ada dokumen publik, dan dikasih lihat kalau orang tidak ingin ditanya, ya, ditunjukkan, transparan, tunjukkan urgensinya,” ujar Nonot dalam diskusi Tol Langit: Peluang dan Tantangan untuk Mewujudkan Indonesia Merdeka Sinyal di kawasan Jakarta, Kamis (12/3/2020).

Terkait Palapa Ring, jelaskan Nonot, Palapa Ring yang sudah dibangun merupakan ruas jaringan backbone, di mana untuk dapat dinikmati masyarakat di wilayah kabupaten/kota yang dilintasinya masih memerlukan ruas jaringan distribusi/backhaul dan ruas jaringan akses, baik yang memakai kabel fiber optik maupun yang menggunakan radio link berbasis teknologi seluler atau WiFi.

Sementara itu, wilayah di sepanjang gelaran Palapa Ring merupakan wilayah yang dikategorikan sebagai wilayah universal service obligation (USO), yakni wilayah yang di dalam Undang-undang (UU) Nomor 36/1999 tentang Telekomunikasi dinyatakan sebagai wilayah yang secara ekonomis kurang menguntungkan bagi operator.

Sehingga akan menyulitkan bagi operator selular yang ada untuk menghadirkan layanannya di wilayah USO tersebut.

Nonot pun menilai, model bisnis yang dikembangkan BAKTI dalam menggelar jaringan di wilayah USO belakangan ini dinilai terkesan melenceng dari tujuan dipungutnya iuran gotong-royong dan prinsip dasar USO.

Dalam skema yang diterapkan BAKTI, misalnya untuk penggelaran jaringan Palapa Ring, ada satu pihak yang dijamin untung, sementara itu para penyelenggara jaringan dan jasa telekomunikasi belum tentu beruntung membangun atau menyediakan jasa layanan di wilayah USO.

Bahkan dalam situasi yang belum tentu untung atau cenderung akan merugi, masih terus diwajibkan memberikan iuran kontribusi USO untuk membiayai model public private partnership (PPP).

Upcoming Event

Upcoming Event

Latest