Saturday, March 28, 2020
Home News Feature Huawei Jadi Vendor Paling Terpukul Karena Virus Corona

Huawei Jadi Vendor Paling Terpukul Karena Virus Corona

-

Jakarta, Selular.ID – Huawei akan menjadi salah satu yang paling terpukul akibat jatuhnya penjualan ponsel pintar China pada kuartal pertama 2020 karena wabah virus corona.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh periset industri Counterpoint pada hari Kamis (13/2/2020), di mana lembaga asal Hong Kong itu memangkas perkiraan penjualan untuk pasar terbesar di dunia.

Counterpoint yang ramalannya digunakan secara luas oleh industri chip dan telepon seluler yang sedang booming di Asia, mengatakan dalam garis besar laporan terbarunya bahwa pihaknya telah memangkas estimasi untuk penjualan ponsel pintar offline di China selama wabah sebesar 50% dan untuk penjualan kuartal pertama secara keseluruhan sebesar 20%.

Dari perkiraan pertumbuhan langsung pasar global, dikatakan pemotongan itu kemungkinan berarti penjualan di seluruh dunia sekarang akan datar tahun-ke-tahun pada tahun 2020.

“Secara keseluruhan, industri akan sangat terdampak bulan Maret,” ujar Tom Kang, Direktur Riset Counterpoint Research.

“Namun, mungkin butuh dua bulan lagi untuk kegiatan perdagangan di China untuk sepenuhnya kembali normal. Kami mengharapkan pertumbuhan negatif pada Q1 dan Q2 2020, di pasar ponsel pintar China dan global.”

Wabah ini diperkirakan akan menambah tekanan pada ekonomi China dan telah mengakibatkan perusahaan-perusahaan berjuang untuk memulai kembali produksi setelah liburan tahun baru yang diperpanjang karena rantai pasokan dari industri mobil ke telepon pintar tetap terganggu.

Analis Counterpoint Flora Tang mengatakan OPPO dan Vivo juga akan terkena dampak karena perusahaan sangat bergantung pada saluran penjualan offline. Tetapi pengaruhnya terhadap penjualan Xiaomi, OnePlus dan Realme kemungkinan tidak akan separah ini karena lebih berfokus pada online dan fokus ke luar negeri.

Xiaomi Corp mengatakan sebelumnya bahwa pihaknya mengharapkan penjualan kuartal pertama dari gangguan yang disebabkan oleh wabah coronavirus, tetapi percaya permintaan akan bangkit kembali di kuartal kedua dan ketiga.

Awal pekan ini, perusahaan riset lain, Canalys, mengatakan pihaknya memperkirakan pengiriman ponsel pintar China akan turun separuh pada kuartal pertama, sementara yang ketiga, IDC, memperkirakan penurunan 30%.

“Beberapa OEM Cina sudah mengalami kekurangan dalam beberapa komponen. Jadi penjualan global dapat menunjukkan pertumbuhan negatif 5-6%,” tambah Kang.

“Beberapa penjualan mungkin bergeser ke Q3 tahun ini tetapi tidak semua permintaan akan bergeser karena ketidakcocokan antara perangkat lama dan perangkat baru.”

Xiaomi, Huawei, dan Oppo, tiga merek Android top China, semuanya diharapkan mengumumkan perangkat andalannya pada semester pertama tahun ini.

Counterpoint juga memperkirakan bahwa penjualan iPhone Apple Inc dapat merugi hingga 1 juta unit karena keputusannya untuk menutup toko hingga 15 Februari 2020.

Prediksi anjloknya penjualan ponsel di China sebesar 50%, memang langsung berdampak pada kinerja Huawei. Pasalnya, Huawei adalah penguasa pasar domestik.

Pada kuartal ketiga tahun lalu, penguasaan pasar Huawei mencapai rekor sebesar 42%. Meroketnya market share tersebut, tak lepas dari dukungan konsumen di China yang tak ingin Huawei terus digencet oleh AS karena tuduhan menjadi bagian dari praktek spionase.

Sayangnya, laju penjualan Huawei harus terhenti karena wabah virus corona yang hingga kini telah menewaskan ribuan orang di China.

Latest