Monday, December 9, 2019
Home News Feature Pertarungan Chipset 5G, Siapa Terdepan?

Pertarungan Chipset 5G, Siapa Terdepan?

-

Jakarta, Selular.ID – Pertarungan 5G, tak melulu menyangkut teknologi jaringan dan vendor handset, namun juga chipset yang merupakan otak dari smartphone.

Sejauh ini, tiga vendor bersaing ketat dalam memperebutkan pasar 5G yang diprediksi akan menjadi mesin pertumbuhan mulai tahun ke depan, saat operator selular di berbagai belahan dunia, meluncurkan layanan 5G secara komersial. Ketiganya adalah MediaTek, Qualcomm, dan Huawei.

Mari kita telisik kesiapan masing-masing vendor dalam menyiapkan produk andalannya masing-masing.

Vendor semikonduktor asal Taiwan, MediaTek menyatakan bakal mengungkap chipset 5G yang selama ini dikembangkan oleh perusahaan dalam sebuah acara yang dihelat pada 26 November mendatang.

Peluncuran chipset terbaru itu, menandai langkah MediaTek yang konsisten bertarung dengan dua seteru terdekat, Qualcomm dan Huawei, di ranah smartphone.

Perusahaan semikonduktor sebelumnya berfokus pada game dan karenanya memperkenalkan chip game-fokus – MediaTek G90 di pertengahan tahun ini.

“Chipset yang ditampilkan dalam materi promo memiliki penunjukan MT6885Z. Referensi silang bahwa dengan kebocoran sebelumnya, kita dapat mengasumsikan ini adalah silikon 7nm kelas-unggulan yang akan datang, MediaTek bersiap-siap untuk mitra seperti Oppo dan Vivo,” demikian, GSMArena melaporkan pada Sabtu (9/11).

Beberapa spesifikasi yang disarankan untuk MT6885 harus mencakup CPU Cortex-A77 dan core CPU Mali-G77 serta dukungan frekuensi sub-6 GHz, kata laporan itu.

Kehadiran MT6885 besutan MediaTek, akan menambah instensitas persaingan antar pemain di segmen ini. Sebagai pemimpin pasar, Qualcomm sebelumnya telah mengenalkan Snapdragon 665 dan 730. Kini vendor asal AS itu, berencana merilis chipset terbaru, yakni Snapdragon 735.

Seperti dikutip Giz China, tampaknya prosesor ini baru akan dihadirkan dalam acara Qualcomm di Hawaii pada Desember 2019.

Chipset Qualcomm hadir dengan kode nama SM7250 yang akan memiliki inti Kryo berbasis Cortex-A76 yang besar pada 2,36GHz dan satu lagi pada 2,32 GHz.

Kabarnya, chipset ini menawarkan kinerja yang lebih unggul dari Snapdragon sebelumnya. Jika tiga chipset sebelumnya menjanjikan grafik 15% lebih baik. Prosesor 735 akan menjadi chipset berukuran 7nm yang serupa dengan Snapdragon 855.

Snapdragon 735 juga akan hadir dengan dukungan NPU220 dengan kecepatan clock hingga 1GHz untuk operasionalisasi terkait dengan teknologi kecerdasan buatan (AI). Snapdragon 735 juga dikabarkan akan didukung oleh modem 5G.

Di sisi lain, Huawei juga terus memacu produksi chipset andalannya, Kirin. Pada September lalu, Huawei memperkenalkan chipset terbarunya yakni Kirin 980 dengan fitur AI dan kecepatan download 1.4 Gbps. Dikutip dari GSMArena, chipset ini akan digunakan pada smartphone Huawei P series berikutnya.

Kini Huawei kembali menyiapkan chipset terbarunya yakni Kirin 990. Kirin 990 akan dibangun dengan prosesor 7nm.

Kirin 980 adalah chipset pertama yang dibangun pada proses 7nm dengan core Cortex-A76 pertama. Sementara Kirin 990 akan memiliki arsitektur yang sama, termasuk jumlah transistor dan tingkat konsumsi daya.

Namun, chipset Kirin 990 sudah mendapatkan sejumlah peningkatan termasuk teknologi 5G. Kirin 990 merupakan chipset pertama yang mengusung teknologi 5G.

Guna memenangkan persaingan, Huawei telah mengucurkan investasi kepada anak perusahaannya yakni HiSilicon untuk penelitian dan pengembangan chipset Kirin 990. Dana yang dikelarkan cukup besar senilai USD 28 juta atau setara Rp 413 miliar.

Huawei telah menyematkan Kirin 990 pada Mate 30 dan Mate 30 Pro yang bulan lalu sudah melenggang di pasar. Namun sejauh ini, kedua produk yang sudah mengusung teknologi 5G itu, baru beredar di pasar dalam negeri.

Berbeda dengan MediaTek dan Qualcomm, sejauh ini Huawei menjadi pabrikan smartphone satu-satunya di dunia yang mengembangkan chipset sendiri.

Pasar chipset memang diuntungkan dengan melonjaknya permintaan terhadap perangkat 5G. Termasuk industri mobil, manufaktur, pertahanan, dan elektronik konsumen lainnya.

Dilansir dari laman The Innovative Report, Nilainya diperkirakan mencapai US $ 1,03 Miliar pada 2019 dan diharapkan tumbuh pada CAGR 41,0% selama periode perkiraan 2020 – 2027, hingga US $ 22,86 Miliar pada 2027.

Produksi smartphone, PC, dan beberapa perangkat komputasi menuntut teknologi semikonduktor canggih termasuk chipset 5G. Meningkatnya jumlah kemitraan antara produsen otomotif dan chipset berdampak positif pada pertumbuhan pasar chipset 5G.

Latest