Friday, December 6, 2019
Home News Dukung Industri 4.0, Sigfox Perkenalkan IoT di Indonesia

Dukung Industri 4.0, Sigfox Perkenalkan IoT di Indonesia

-

Jakarta, Selular.ID – Perusahaan penyedia jaringan asal Perancis, Sigfox, resmi memperkenalkan jaringan Internet Of Things (IoT) di Indonesia, Rabu (13/11). Jaringan berbasis Zero G (0G) ini diklaim mampu mendukung ekosistem industri 4.0 di Indonesia.

Irfan Setiaputra, CEO Sigfox Indonesia, mengungkapkan pemilihan teknologi Zero G (0G) bukan berarti ketertinggalan, melainkan melihat kebutuhan saat ini ditengah teknologi 4G dan 5G.

Perusahaan IoT asal Perancis ini justru memfokuskan hal yang berbeda dari yang lain, yakni mengusung ‘Low Power’ berbasis Zero G. Sesuai dengan taglinenya ‘Low Power’, Zero G mampu mentransfer data sebesar 12 bites.

Baca juga: Pemerataan Jaringan Telkomsel Lampaui Target

Selain itu, daya listrik yang dibutuhkan juga tidak besar serta tak membutuhkan badwith yang besar. Pasalnya, Sigfox hanya mengirimkan data secara berkala sesuai dengan yang dibutuhkan user. Uniknya, IoT tak berbasis dari jaringan internet dan seluler, melainkan Sigfox membangun jaringannya sendiri.

Dengan demikian, Sigfox menargetkan teknologi IoT ini bisa masuk ke dalam lebih banyak sektor, seperti perindustrian, perkebunan dan lainnya. Melalui teknologi ini, Sigfox yakin bisa mengatasi permasalahan yang ada di Indonesia.

Tersedia dua jenis layanan IoT yang ditawarkan, yakni untuk Konsumer dan Corporate. Namun, sayangnya Sigfox masih belum bisa memastikan kapan layanan jaringan ini akan tersedia secara komersil.

Baca juga: Kemenkominfo Bisa Memperoleh Tambahan PNBP Rp3 Triliun Jika Frekuensi 2,3Ghz Dilelang

“Paling telat awal tahun depan, kita sudah bisa mulai komersil ke publik dan rekan-rekan penggiat IoT,” ujar Irfan usai acara, Rabu (13/11).

Sementara itu, Hal ini juga tak terlepas dari peliknya permasalahan IoT yang ada di Indonesia.

“Kita menyadari adanya kesulitan implementasi IoT di Indonesia. Berkaitan dengan teknologi, berkaitan dengan coverage (penyebaran) yang luas, dan yang ketiga itu bagaimana mengupayakan biaya menjadi seefisien mungkin,” papar irfan.

Latest