Saturday, November 23, 2019
Home News Market Update Salip Apple, Oppo Jadi Vendor Ketiga Terbesar di Dunia

Salip Apple, Oppo Jadi Vendor Ketiga Terbesar di Dunia

-

Jakarta, Selular.ID – Kompetisi yang ketat, membuat Apple kehilangan tempat lebih banyak di pasar ponsel pintar. Pabrikan asal Cupertino, California itu, harus rela pangsa pasarnya menyusut pada kuartal kedua 2019. Tekanan dari vendor-vendor teratas China, membuat Apple terlempar dari posisi tiga besar.

Menurut laporan lembaga riset consumer, IHS Markit yang dikeluarkan minggu ini, Apple telah jatuh ke tempat keempat dalam penjualan ponsel pintar global.

Apple tercatat hanya mampu mengirimkan 35,3 juta iPhone pada kuartal kedua 2019, dibandingkan dengan 36,2 juta unit yang dikirimkan oleh Oppo.

Chaebol Korea Selatan, Samsung tetap di tempat pertama dengan 23% pasar, setelah mengirim 75,1 juta smartphone. Posisi kedua ditempati Huawei yang mampu mengirimkan 58,7 juta smartphone, untuk mengklaim 18% pasar.

“Apple terus menghadapi tantangan dalam hal pengiriman unit. Tren yang tidak mungkin segera diperbaiki,” kata direktur riset dan analisis smartphone IHS Jusy Hong dalam sebuah postingan online.

Baca juga: Geser Samsung dan Xiaomi, Oppo #1 di Indonesia

Menurut Jusy Hong, dalam beberapa tahun terakhir, Apple secara agresif mempromosikan iPhone, smartphone generasi terkini dengan harga “super-premium”.

Namun model yang telah berusia beberapa tahun, relatif masih lebih mahal dibandingkan dengan handset Android yang murah. Sehingga hal ini mempersempit pasar iPhone.

Senada dengan IHS Market, dua lembaga riset lainnya, Counterpoint Research dan International Data Corporation (DC) menyimpulkan bahwa untuk sementara pengiriman iPhone tenggelam pada kuartal kedua.

Meski demikian, kedua lembaga survey itu, menyatakan bahwa Apple tetap di tempat ketiga dalam hal pengiriman global.

Menurunnya performa Apple, sebenarnya sudah terlihat sejak 2018. Berdasarkan data International Data Corporation (IDC), Huawei berhasil melengserkan Apple dengan menempati posisi nomor dua di pasar smartphone global per kuartal II 2018.

Baca juga: Canalys: Top 5 Vendor Smartphone di Indonesia Q2 2019

Seperti halnya Apple, tekanan yang sama sesungguhnya juga menimpa Huawei. Ketegangan perdagangan antara AS-China, yang berujung pada aksi pelarangan dari AS, membuat performa vendor asal Shenzen itu sedikit menurun.

“Pengaruh larangan tidak diterjemahkan menjadi pengiriman jatuh selama kuartal ini, yang tidak akan menjadi kasus di masa depan,” kata direktur penelitian Counterpoint Tarun Pathak dalam laporan pasar perusahaan.

Namun di kuartal mendatang, tambah Tarun, Huawei kemungkinan akan menjadi agresif di pasar dalam negeri dan mencatat beberapa pertumbuhan di sana, tetapi itu tidak akan cukup untuk mengimbangi penurunan pengiriman di luar negeri.

Gabungan pangsa pasar smartphone global perusahaan China, masing-masing Huawei, Oppo, Vivo, Xiaomi dan Realme mencapai rekor baru, mencapai 42% pada kuartal kedua 2019, menurut laporan Counterpoint.

“Merek-merek ini telah berkembang secara agresif di luar China dan mencapai pertumbuhan yang mampu mengimbangi kejenuhan di pasar dalam negeri mereka,” kata analis riset Counterpoint, Varun Mishra.

“Strategi dan portofolio produk mereka lebih selaras dengan kebutuhan dan preferensi lokal, yang merupakan salah satu kekuatan utama mereka”, imbuh Varun.

Menurunnya performa Apple, sebenarnya sudah terlihat sejak 2018. Berdasarkan data IDC, Huawei berhasil melengserkan Apple dengan menempati posisi nomor dua di pasar smartphone global per kuartal II 2018.

Apple sendiri telah berusaha untuk melepaskan ketergantungannya pada penjualan iPhone dengan fokus pada layanan, konten digital, dan gadget terkait lainnya.

Pada kuartal yang baru saja berakhir, Apple untuk pertama kalinya menerima kurang dari setengah pendapatannya dari iPhone. Padahal selama ini, iPhone menjadi pendorong laba bagi perusahaan.

Apple berhasil menumbuhkan pendapatan keseluruhan, meskipun dengan satu persen sederhana, menjadi $ 53,8 miliar, bahkan ketika pendapatan iPhone anjlok hampir 12% pada periode April-Juni.

Perusahaan ini menghasilkan pertumbuhan yang kuat dari konten dan layanan digital termasuk Apple Pay dan Apple Music, bersama dengan perangkat yang dapat dikenakan dan aksesoris seperti Apple Watch dan Air Pods.

Apple telah berhenti melaporkan penjualan unit iPhone, tetapi kepala eksekutif Tim Cook mengatakan selama panggilan pendapatan bahwa ada “respons pelanggan yang kuat” terhadap promosi iPhone dan program pembiayaan.

Apple melihat penjualannya meningkat di pasar Cina yang penting, yang mencakup peningkatan dua digit dalam pendapatan layanan yang didorong oleh pertumbuhan yang kuat di App Store di negara itu.

Penjualan iPhone di China didorong oleh sejumlah faktor termasuk pergerakan harga dan program tukar tambah, pungkas Tim Cook.

Latest