Monday, September 23, 2019
Home News Security Regulasi IMEI Ancam Keamanan Data?

Regulasi IMEI Ancam Keamanan Data?

-

Jakarta, Selular.ID- Penerapan Regulasi IMEI di Indonesia mengalami sejumlah pro dan kontra. Banyak sejumlah spekulasi yang mengatakan adanya potensi pencurian data terdapat pada SIBINA.

SIBINA merupakan sebuah reinkarnasi dari Device Identification, Registration, and Blocking System (DIRBS). Alat pendeteksi keberadaan ponsel itu, diberikan Qualcomm kepada Kemenperin secara cuma-cuma.

β€œKini DIRBS sudah open source. Sehingga semua pihak dapat menggunakan DIRBS asalkan sudah memegang izin akses. Saat ini hanya Kemenperin yang memegang akses dan kontrol DIRBS. Server DIRBS dan pusat data berada di Kemenperin”, ujar Nies Purwati selaku Director of Goverment Affairs Qualcomm kepada Selular.ID beberapa waktu lalu.

Respon berbeda didapat dari Pakar Telekomunikasi ITB Ian Joseph Matheus Edward, mengatakan bahwa SIBINA atau DIRBS memiliki potensi menyedot data pribadi ponsel masyarakat. Alat itu bisa mendeteksi jenis chipset atau prosesor pengguna ponsel, sekaligus nomor ponsel operator.

Baca juga: Molor, Regulasi IMEI Belum Ditandatangani 17 Agustus

Disisi lain kita juga harus mendukung pemerintah dalam menerapkan regulasi IMEI ini. Hal itu karena penerapan regulasi IMEI menjadi upaya terakhir dalam menekan ponsel BM yang beredar di Indonesia.

Kemungkinan regulasi itu juga akan menekan kerugian pajak Indonesia yang mencapai Rp 2,8 triliun per tahunnya, dilaporkan dari ASPI.

Ditemui pada kesempatan lain, Nies tidak ingin berkomentar terkait beredarnya spekulasi tentang pencurian data yang dilakukan SIBINA.

Lebih lanjut beliau mengatakan saat ini Qualcomm hanya terfokuskan pada spektrum 5G di Indonesia.

Latest