Friday, December 13, 2019
Home News Kominfo Optimis Regulasi IMEI Rampung Tahun Ini

Kominfo Optimis Regulasi IMEI Rampung Tahun Ini

-

Jakarta, Selular.ID – Akhir 2018 lalu, Pemerintah Indonesia dibawah Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kominfo) beserta Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah menyiapkan regulasi dan sistem yang mengatur (IMEI International Mobile Equipment Identity) ponsel. Dalam sebuah kesempatan, Mochamad Hadiyana, Direktur Standardisasi Perangkat dan Informatika, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengatakan kepada Selular.ID bahwa regulasi dan sistem ini dinilai efektif untuk menekan peredaran ponsel ilegal (Black Market/BM).

Hadiyana memprediksikan regulasi IMEI tersebut akan rampung pada tahun 2019. Untuk waktunya, Hadiyana belum bisa memastikan. Hingga saat ini, regulasi IMEI masih dalam tahap penggodokan.

Terkait kelanjutan regulasi IMEI tersebut, Selular.ID meminta tanggapan Denny Setiawan selaku Direktur Penataan Sumber Daya, Direktorat Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Dirjen SDPPI) disela acara Selular Business Forum (SBF) 2019 di Jakarta.

“Kami sedang berdiskusi dengan Kemenperin mengenai regulasi IMEI. Semoga tahun 2019 ini regulasi IMEI sudah bisa diimplementasikan,” ucap Denny.

Regulasi IMEI

Dalam proses pengerjaannya, regulasi IMEI ini membutuhkan peran serta dari Kominfo, Kemenperin beserta pemerintah Indonesia, vendor smartphone, operator, para pemasok smartphone online maupun offline dan pihak lainnya. Jadi memakan waktu yang tidak singkat. Denny dan jajaran Kominfo optimis bahwa regulasi IMEI akan rampung sebelum masa jabatan Menteri Kominfo, Rudiantara berakhir di tahun 2019 ini.

“Kami sudah melakukan koordinasi dengan vendor smartphone, provider dan e-commerce dalam proses penyelesaian regulasi IMEI ini. Tujuannya agar regulasi IMEI ini tidak merugikan pelanggan mereka. Para asosiasi yang berhubungan dengan teknologi juga mendorong kita untuk segera menyelesaikan regulasi IMEI tersebut,” terang Denny.

Serupa dengan Hadiyana, Denny mengatakan bahwa regulasi IMEI ini sangat ampuh menekan peredaran ponsel BM. Sayangnya, Denny belum bisa memastikan seberapa besar regulasi IMEI ini menekan peredaran ponsel BM di Indonesia.

“Saat ini kami belum memiliki datanya. Kami akan analisa lebih dulu persentase jumlah ponsel BM yang berhasil dikurangi setelah regulasi IMEI diimplementasikan. Yang jelas setelah implementasi IMEI, pengurangan ponsel BM cukup signifikan,” jelas Denny.

Selain regulasi, Kominfo juga akan merilis sitem yang dapat mendeteksi IMEI. Jika IMEI tersebut tidak terdaftar, maka secara otomatis sistem akan memblokir IMEI tersebut. Tandanya IMEI tersebut palsu.

Terlebih lagi jika ponsel tidak memiliki IMEI, maka sistem akan segera memblokir ponsel tersebut. Artinya, ponsel tersebut adalah ponsel BM.

Peranan provider paling penting disini. Sebab provider yang memblokir IMEI tersebut. Setelah diblokir, maka ponsel tersebut sudah tidak bisa digunakan untuk berkomunikasi.

“Kalau tidak ada IMEI, maka ponsel tersebut sudah tidak bisa digunakan,” tutup Denny.

Latest