Sunday, October 20, 2019
Home News Market Update Jurus Samsung Kembalikan Kinerja : Fokus Galaxy Note 10 dan Tingkatkan Investasi...

Jurus Samsung Kembalikan Kinerja : Fokus Galaxy Note 10 dan Tingkatkan Investasi R&D

-

Jakarta, Selular.ID – Agresifitas vendor-vendor China, membuat kinerja Samsung terus tertekan. Raksasa Korea Selatan itu, mencatat penurunan laba operasi hingga 56 persen tahun-ke-tahun menjadi 6,6 triliun won (USD5,58 miliar) pada Q2-2019.

Ini adalah angka laba terendah yang dibukukan Samsung. Para pesaing dengan jeli memanfaatkan kelemahan Samsung yang masih harus berurusan dengan masalah seputar kegagalan insiden kebakaran Galaxy Note 7 pada 2016.

Selain laba yang tergerus, pendapatan Samsung juga turun 4 persen menjadi 56,13 triliun won (USD47,5 miliar) selama Q2.

Samsung menyalahkan pasar chip memori yang lemah untuk kemerosotan tersebut. Perusahaan berkilah, bahkan dengan peningkatan permintaan akan memori, harga akan tetap berfluktuasi. Meski demikian, perusahaan optimis, permintaan diharapkan membaik pada paruh kedua tahun ini.

Namun hal itu tidak menghentikan Samsung untuk mengeluarkan peringatan seputar “ketidakpastian eksternal,” yang mungkin merujuk pada sengketa perdagangan global tertentu.

Ditengah kondisi pasar yang melemah, Samsung meyakini bahwa bisnis memori untuk komponen NAND dan DRAM akan meningkat , seiring dengan melonjaknya aplikasi selular yang membutuhkan ruang penyimpanan yang lebih besar.

Di semester kedua 2019, Samsung memprediksi permintaan akan tumbuh meskipun perusahaan melihat volatilitas di industri secara keseluruhan karena meningkatnya ketidakpastian eksternal.

Di divisi mobile, laporan awalnya terlihat bagus. Samsung membukukan peningkatan pendapatan sebanyak 8 persen. Namun laba pada Q2 ternyata turun 42 persen tahun-ke-tahun.

Perusahaan teknologi yang berbasis di Seoul itu, menyatakan bahwa pengiriman secara keseluruhan memang meningkat, tetapi ini disebabkan oleh peningkatan penjualan model kelas menengah.

Faktanya, perangkat unggulan seperti Galaxy S10 dan S10 + mengalami “momentum penjualan yang lemah” selama Q2 2019.

Pada kuartal ketiga, Samsung fokus pada peluncuran produk inovatif baru yang sukses – Galaxy Note 10 dan Galaxy Fold.

Khusus Galaxy Fold, produk ini akan meningkatkan jajaran ponsel pintar 5G untuk memimpin di pasar baru.

Samsung juga memperkenalkan model seri A yang lebih kompetitif pada semester kedua 2019, demi memperluas momentum positif yang berkelanjutan dalam penjualan ponsel pintar di pasar massal.

Samsung berharap peluncuran Galaxy Note 10 dan Galaxy Fold 5G, dapat membantu penurunan penjualan andalannya. Mereka juga menargetkan kelas menengah sedikit lebih agresif dengan lebih banyak smartphone seri-A.

Selain produk yang inovatif, demi mendorong pertumbuhan baru, Samsung juga rela mengeluarkan dana R&D yang jauh lebih besar. Mencapai rekor tertinggi pada semester pertama tahun ini.

Berdasarkan laporan tengah tahunan perusahaan, pengeluaran litbang raksasa teknologi Korea Selatan itu, menembus 10,1 triliun Won (USD8,4 miliar) dalam enam bulan pertama tahun ini, naik 12,2% dari tahun sebelumnya.

Proporsi pengeluaran R&D perusahaan untuk penjualan juga naik ke level tertinggi 9,3%.

Pembuat chip memori dan smartphone terkemuka di dunia itu, mendaftarkan 1.473 paten di Korea Selatan dalam enam bulan pertama tahun ini, mencakup lebih dari 70% paten secara total tahun lalu.

Jumlah paten Samsung yang terdaftar di pasar global mencapai 132.478 per Juni. AS menyumbang 40%, diikuti oleh Eropa dengan 20%dan Korea Selatan dengan 17,8%.

Sebagian besar paten terkait dengan chip memori, smartphone, televisi dan prosesor lainnya, yang dianggap sebagai komponen penghasil laba utama perusahaan.

Latest