Friday, September 20, 2019
Home News Perang Dagang dengan AS Berlanjut, Penjualan Smartphone Huawei Menurun

Perang Dagang dengan AS Berlanjut, Penjualan Smartphone Huawei Menurun

-

Jakarta, Selular.ID – Perang dagang Huawei dan Amerika Serikat berbuntut panjang. Beberapa waktu lalu, Departemen Perdagangan AS telah menambahkan Huawei Technologies Co Ltd ke daftar blacklist bernama “Entity List”. Sebanyak 70 perusahaan yang terafiliasi dengan Huawei juga masuk dalam Daftar Entitas.

Bahkan perusahaan asal Amerika Serikat seperti Google, Qualcomm, Intel, Synopsys, dan Cadence Design Systems turut memboikot Huawei. Belum lama ini, Google juga akan membatasi update sistem operasi dan aplikasi bawaan Google pada semua smartphone Huawei.

Salah satu dampak utama yang dirasakan Huawei akibat perseteruan tersebut adalah penurunan pendapatan raksasa teknologi asal China tersebut. Dikutip dari GSMArena, para ahli memprediksikan Huawei akan mengalami penurunan penjualan smartphone yang cukup signifikan.

Baca juga : Imbas Pelarangan Huawei, Broadcom Bisa Kehilangan Pendapatan USD2 Miliar

Diprediksikan, penurunan penjualan smartphone Huawei antara 40 hingga 60 juta unit. Para ahli juga memperkirakan pengiriman smartphone Huawei menurun hingga 40% hingga 60% secara global.

Manager Sales Huawei di seluruh dunia juga sudah mempersiapkan jika suatu saat penjualan smartphone Huawei menurun akibat perseteruan dagang antara Huawei dan AS. Mereka memastikan akan memantau permintaan di pasar yang berbeda dan menyesuaikan pengiriman smartphone Huawei.

Baca juga : Huawei Bantah Kurangi Produksi Smartphone

Selain Huawei, sub brand Huawei, Honor akan memantau penjualan semua smartphonenya. Bahkan Honor berencana menghentikan Honor 20 series sebelum tersedia secara luas di pasaran.

Huawe dan Honor akan mencoba untuk mengimbangi penurunan penjualan dengan menargetkan setengah dari pasar smartphone China pada 2019. Sementara chief executive Huawei mengatakan bahwa pembatasan AS hanya akan memperlambat pertumbuhan Huawei sementara waktu.

Latest