Selular.ID – Telkomsel menghadirkan program CSR Telkomsel Jaga Cita: Belajar Tanpa Batas di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, sebagai bagian dari upaya memperluas akses pendidikan digital di wilayah rural dan 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Program yang diumumkan pada 11 Mei 2026 ini menyasar lebih dari 1.750 penerima manfaat yang terdiri dari siswa, guru, dan ekosistem sekolah di tujuh sekolah terpilih di Flores.
Melalui program tersebut, Telkomsel tidak hanya menghadirkan konektivitas internet, tetapi juga membangun ekosistem pembelajaran digital terintegrasi yang mencakup perangkat belajar, akses platform edukasi, hingga literasi digital.
Langkah ini dilakukan untuk menjawab tantangan pemerataan pendidikan yang masih dihadapi sejumlah wilayah di Indonesia, khususnya daerah dengan keterbatasan infrastruktur digital.
Abdullah Fahmi, VP Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel, mengatakan akses belajar yang setara perlu dimulai dari pemahaman terhadap kebutuhan masyarakat di daerah.
Menurutnya, Telkomsel Jaga Cita: Belajar Tanpa Batas dirancang agar siswa dan guru di Flores dapat memperoleh dukungan pembelajaran yang lebih relevan dengan kebutuhan pendidikan saat ini.
“Program ini menghadirkan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran seperti laptop, proyektor, alat peraga pendidikan, serta kebutuhan lain yang disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah,”ujar Fahmi.
Selain itu, Telkomsel juga menyediakan dukungan konektivitas melalui starter pack dan layanan Telkomsel Orbit atau Fixed Wireless Access (FWA) untuk membantu akses internet di lingkungan sekolah.
Sebagai bagian dari pengembangan ekosistem pembelajaran digital, Telkomsel memberikan akses gratis selama enam bulan ke sejumlah platform pendidikan digital miliknya.
Platform tersebut mencakup Ilmupedia untuk penguatan akademik dan latihan ujian, Kuncie untuk pembelajaran dan pengembangan kompetensi, serta Skul.id+ yang mendukung digitalisasi manajemen sekolah.
Program Telkomsel Jaga Cita juga menghadirkan berbagai aktivitas pembelajaran, kompetisi, dan edukasi literasi digital untuk mendorong kebiasaan belajar mandiri dan penggunaan teknologi secara lebih bertanggung jawab.
Pendekatan tersebut sejalan dengan strategi Telkomsel yang menempatkan teknologi sebagai sarana pengembangan kapabilitas manusia, bukan sekadar penyedia konektivitas.
Tujuh sekolah yang menjadi bagian dari program ini tersebar di beberapa wilayah di Pulau Flores, yaitu SMKN 3 Komodo dan SMAN 2 Komodo di Manggarai Barat, SMKN Bung Ruteng dan SMA Budi Darma Cancar di Manggarai, SMAN 2 Soa di Ngada, SMK Karsa Mandiri di Ende, serta SMK Nawa Cita Mego di Sikka.
Dalam implementasinya, program dijalankan melalui beberapa tahap mulai dari assessment dan baseline pada April 2026, pelaksanaan kick-off dan aktivasi utama pada 6-7 Mei 2026 bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional, hingga pendampingan pembelajaran daring sepanjang Mei hingga Agustus 2026.
Telkomsel juga menyiapkan proses evaluasi dan pengukuran dampak program pada Agustus hingga September 2026.
Selain menghadirkan akses digital, Telkomsel turut menggandeng Gasing Academy untuk memperkuat kualitas pembelajaran numerasi melalui metode GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan) yang dikembangkan Prof. Yohanes Surya Ph.D.
Metode tersebut dikenal sebagai pendekatan pembelajaran matematika yang lebih sederhana dan interaktif untuk meningkatkan kemampuan logis serta analitis siswa.
Kolaborasi ini memperlihatkan pendekatan Telkomsel yang tidak hanya fokus pada penyediaan jaringan dan perangkat, tetapi juga pada penguatan kompetensi dasar yang relevan dengan kebutuhan era digital.
Penguasaan numerasi dan literasi digital dinilai menjadi fondasi penting agar siswa mampu memanfaatkan teknologi secara optimal di masa depan.
Program Telkomsel Jaga Cita menjadi bagian dari inisiatif keberlanjutan perusahaan dalam mendukung pembangunan manusia melalui teknologi digital.
Dalam beberapa tahun terakhir, operator telekomunikasi mulai memperluas peran mereka tidak hanya sebagai penyedia layanan komunikasi, tetapi juga sebagai penggerak transformasi digital di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi masyarakat.
Baca Juga:Telkomsel Perkuat Layanan Customer First Lewat Digitalisasi dan AI
Melalui pendekatan “From Connectivity to Human Capability”, Telkomsel menempatkan teknologi sebagai jembatan untuk memperluas kesempatan belajar dan meningkatkan kesiapan generasi muda menghadapi perkembangan ekonomi digital.




