Selular.ID – XLSmart mulai membidik segmen pasar enterprise secara lebih agresif melalui penyediaan solusi konektivitas modern dan jaringan low-latency berbasis 5G untuk mendukung percepatan digitalisasi berbagai sektor industri di Indonesia.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap agenda digitalisasi nasional yang terus didorong oleh pemerintah, termasuk arahan Presiden Prabowo Subianto agar korporasi melakukan pembaruan infrastruktur teknologi.
Shurish Subbramaniam, Direktur & Chief Technology Officer (CTO) XLSmart, dalam biincang eksekuti kepada Selular menyebutkan peluang monetisasi bagi operator telekomunikasi kini tidak lagi terbatas pada penjualan kuota data mentah ritel semata.
Dalam era integrasi kecelakaan kerja berbasis AI agent dan Internet of Things (IoT), sektor industri seperti pertambangan (smart mining) membutuhkan infrastruktur telekomunikasi yang mampu menopang operasi kendaraan otonom tanpa pengemudi.
Kebutuhan tersebut mensyaratkan tingkat latensi sangat rendah, kecepatan tinggi, serta keandalan konektivitas ganda yang bebas ketergantungan pada jaringan Wi-Fi konvensional maupun kabel.
“Ekspansi ke segmen korporasi ini berfokus pada efisiensi operasional dan peningkatan keselamatan kerja,”uar Shurish, kepada Selular, dalam Bincang Eksekutif, baru-baru ini.
Melalui penerapan teknologi seperti 5G, XLSmart berupaya membantu perusahaan yang sudah terdigitalisasi parsial agar dapat melakukan upgrade ke ekosistem jaringan generasi baru yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Keunggulan kompetitif XLSmart di segmen B2B (business-to-business) ini didukung oleh struktur infrastruktur jaringan perusahaan.
Sebagai entitas hasil penggabungan (merger), XLSmart tidak menanggung beban ketergantungan pada infrastruktur legacy atau jaringan peninggalan era 2G yang memerlukan biaya modernisasi berkala cukup tinggi.
Kondisi ini memberikan fleksibilitas operasional bagi perusahaan untuk memadukan aset jaringan terbaik dari kedua entitas secara efisien.
Sebagian besar operator telekomunikasi yang tumbuh secara bertahap umumnya harus mengalokasikan investasi besar setiap tahun hanya untuk memodernisasi menara pemancar dan pusat data (data center) lama.
Proses pembaruan bertahap tersebut kerap memperlambat adaptasi terhadap standar teknologi anyar. Tanpa hambatan infrastruktur lama, XLSmart mengklaim dapat mengadopsi dan mengimplementasikan teknologi telekomunikasi terbaru secara lebih cepat dibanding para pesaingnya di industri.
Strategi pengembangan layanan XLSmart turut mencakup segmen pelanggan rumah (home segment). Pada area konsumer, XLSmart tidak hanya menjual akses internet biasa.
Melainkan menghadirkan solusi rumah pintar (smart home) terintegrasi yang menghubungkan perangkat komputasi awan (cloud), perangkat rumah tangga, hingga televisi pintar dalam satu ekosistem konektivitas.
Baca Juga:Komdigi Segera Lelang Pita Frekuensi 900 MHz yang Dikembalikan XLSmart
Pendekatan ganda ini mengintegrasikan kebutuhan digitalisasi di area kerja dan tempat tinggal karyawan secara selaras.
Seiring meningkatnya adopsi teknologi otonom dan ekosistem pintar di Indonesia, transformasi infrastruktur telekomunikasi tanpa beban legacy diproyeksikan menjadi fondasi utama bagi XLSmart dalam memperluas pangsa pasar enterprise di masa depan.


