Thursday, April 25, 2019
Home News Market Update Ini Vendor Smartphone Paling Produktif 2018

Ini Vendor Smartphone Paling Produktif 2018

-

Jakarta, Selular.ID – Vendor smartphone yang paling banyak mengeluarkan model sepanjang tahun lalu ternyata bukan termasuk Top 5 Global 2018 (Samsung, Huawei, Apple, Xiaomi, Oppo).

Layanan perbandingan item antar toko online dan kupon belanja iPrice Indonesia menelusuri hal itu dan menemukan Vivo sebagai vendor yang paling banyak mengeluarkan model smartphone sepanjang 2018.

Vivo menjadi produsen yang paling aktif membuat model pada tahun 2018. Ada 31 model ponsel dari merek ini. Peningkatan produktivitas ini selaras dengan penetrasi Vivo di ranah marketing.

Merek China ini sejak 5 tahun terakhir secara bertahap memperluas ekspansi pasar ke Asia Tenggara, Asia Barat, dan Eropa. Dengan kata lain, Vivo memperbanyak model ponsel agar dapat menyesuaikan kebutuhan di masing-masing area ekspansinya.

Jika Anda menebak Samsung, iPrice Indonesia malah menyebut “tahun 2018 bisa disebut sebagai periode paling kontraproduktif bagi Samsung jika melihat jumlah model yang dikeluarkan”.

Hanya ada 24 model baru dari Samsung, termasuk Samsung Galaxy S9 dan S9+. Tapi melihat catatan dari data model ponsel, sebenarnya turunnya produtivitas Samsung ini sudah terekam dari tahun-tahun sebelumnya.

Samsung punya 643 model ponsel dalam kurun 10 tahun terakhir. Jumlah ini menjadi yang terbanyak dibanding model ponsel merek lain.

Huawei yang belakangan menjadi kompetitor marketshare terdekat Samsung hanya menelurkan 192 model dalam kurun waktu yang sama. Apple lebih sedikit, yakni hanya menciptakan 20 model dalam satu dasawarsa ini.

Kendati dominan, namun jumlah model dari Samsung memperlihatkan penurunan yang berkelanjutan. Pada rentang 2009-2013 Samsung merilis 461 model ponsel yang berbeda. Sedangkan pada periode 2014-2018 hanya menciptakan 182 model.

Produktivitas produsen Korea Selatan ini menyusut hingga selisih 7.72% dalam 5 tahun belakangan.

Jika Anda mengira berkurangnya agresivitas vendor adalah karena malfungsi model Samsung Galaxy Note 7 pada tahun 2017, bukan itu menurut Forbes. Biaya operasional untuk produksi dan logistik menjadi alasan mengapa Samsung lebih pilih-pilih untuk mengeluarkan model baru.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest