Jakarta, Selular.ID – Meningkatnya popularitas jam tangan pintar dan adopsi yang lebih besar di pasar negara berkembang, diprediksi akan mendorong pertumbuhan hingga 11 persen pengiriman produk-produk wearable device sepanjang periode hingga 2022.

Kajian lembaga riset IDC menunjukkan, pengiriman total produk ini akan meningkat dari 125,3 juta pada 2018 menjadi 189,9 juta pada akhir periode lima tahun. Terdapat peningkatan 8,5 persen pada tahun ini dibandingkan 2017.

Jitesh Ubrani, analis riset senior Mobile Device Trackers IDC, mengatakan bahwa smart wearables akan menjadi tren baru, menggantikan perangkat basic (termasuk pelacak kebugaran) dan pelacak pintar yang diperkirakan akan “mendekati paritas” dalam hal pangsa pasar pada 2022.

“Munculnya smart wearables tidak hanya di pasar dewasa, tetapi juga dari pasar negara berkembang di Asia Pasifik dan di kawasan lain”, ujar Jitesh.

Sejauh ini WatchOS Apple diprediksi akan tetap memimpin, meskipun pangsa pasarnya akan turun menjadi 35,8 persen dari 44,4 persen karena platform lain mulai memperoleh momentum pasar.

Posisi WatchOS ditempel ketat oleh Android, dengan 22,4 persen pangsa pasar. Android sebenarnya akan lebih populer dibandingkan platform WearOS yang berfokus pada produk yang dapat dikenakan oleh Google.

Hal itu memberikan vendor kesempatan untuk menyesuaikan dan membedakan perangkat, termasuk di Cina, di mana layanan Google dilarang.

Platform lain, yakni WearOS akan menempati posisi ketiga dengan pangsa 19,8 persen, karena lebih banyak vendor menawarkan produk dan kemampuan platform yang semakin meningkat.

Sisa pasar akan menggunakan platform lain. Samsung, Fitbit dan Garmin merupakan vendor yang mengusung teknologi mereka sendiri.

Kajian IDC juga memprediksi, permintaan jam tangan pintar mencapai 120,2 juta pada 2022, tumbuh lebih cepat dari pasar dengan tingkat tahunan gabungan sebesar 13,3 persen.

Di luar jam tangan pintar, jam tangan hibrida dan anak-anak, juga akan meningkat dalam volume besar, meskipun pertumbuhan diperkirakan akan datar.

Demikian juga, pertumbuhan dalam kategori gelang hanya akan tumbuh pada kisaran 0,3 persen. Tetapi produk ini masih akan mewakili 24,7 persen pasar pada 2022 dengan total volume mencapai 47 juta.

Khusus earwear, IDC memprediksi produk-produk ini akan mengambil 6,8 persen pangsa pasar pada 2022, dibandingkan dengan kurang dari 2 persen pada 2018. Pertumbuhan earwear sebagian besar disebabkan oleh penghapusan jack headphone di perangkat smartphone.

Di sisi lain, vendor juga menambahkan pelacakan biometrik ke perangkat tersebut, yang akan membantu pertumbuhan lebih lanjut.