Jakarta, Selular.ID – Setelah merilis laporan pendapatannya untuk bulan Oktober minggu lalu, HTC baru saja mempublikasikan laporan keuangannya untuk kuartal ketiga 2018. Meski terlihat ada upaya untuk mengurangi biaya operasional, namun perusahaan tetap mengalami kerugian.

Untuk periode yang berakhir 30 September, HTC mencatat total pendapatan hanya USD130,8 juta (Rp1,94 triliun), menurun hampir USD400 juta (Rp5,9 triliun) dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

Namun perlu dicatat, upaya perusahaan yang berbasis di Taiwan untuk mengurangi biaya operasi sangat terlihat, dari USD453 juta (Rp6,7 triliun) setahun lalu menjadi hanya USD123 juta (Rp1,8 triliun) selama kuartal terakhir.

Namun sayangnya, HTC masih mencatat kerugian lebih banyak sebesar USD84 juta (Rp1,2 triliun) untuk periode tiga bulan. Untuk referensi, perusahaan kehilangan USD68,3 juta (Rp1 triliun) di Q2.

Kendati melaporkan angka negatif, HTC mengatakan pihaknya mencatat “perkembangan besar” di bisnis VR (virtual reality) berkat investasi perusahaan di kedua hardware dan platform software-nya.

Namun, karena brand masih melaporkan kerugian setiap kuartal, tidak diketahui jelas seberapa besar perkembangan yang dimaksud.

Perusahaan juga tampak fokus pada bisnis smartphone dan meluncurkan smartphone blockchain baru-baru ini, Exodus 1. Meskipun target konsumennya akan terbatas, kita harus menunggu untuk melihat apakah produknya berdampak positif terhadap status keuangan HTC dalam waktu dekat.