Jakarta, Selular.ID – Hingga akhir penutupan transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (26/11), saham Indosat Ooredoo Tbk. (ISAT ) terus mengalami koreksi. Bahkan saham emiten dengan kode nama ISAT ini ditutup di harga Rp2030 atau mengalami penurunan sebesar 3.79 persen.

Dari riset saham yang dikeluarkan oleh Bahana Sekuritas disebutkan bahwa faktor yang membuat harga saham ISAT turun dikarenakan kinerja keuangan emiten telekomunikasi tersebut yang di bawah perkiraan yang telah dibuat oleh Bahana.

BACA JUGA:
Iklan Kontroversial : Dari Indosat Bekasi, Grab Zombie Hingga Shopee Blackpink

Indosat melaporkan kinerja keuangan kuartal 3 tahun 2018 EBITDA sebesar Rp1.64 miliar (-49% y-y, + 5% q-q), lebih rendah dari perkiraan Bahana bisa mencapai 24% y-y dan 17% q-q. Sementara itu, rugi bersihnya terus membesar. Jika periode yang lalu laba (rugi) sebelum pajak Rp1.7 triliun, namun di periode ini Indosat membukukan kerugian sebesar Rp1.4 triliun.

BACA JUGA:
Jaringan Indosat Ooredoo Siap Layani Libur Natal dan Tahun Baru

Dibandingkan dengan pesaingnya kinerja Indosat terbilang cukup parah. Laba (rugi) sebelum pajak XL di kuartal 3 tahun 2018 ini (Rp274) miliar dari sebelumnya yang Rp193 miliar. Sedangkan laba (rugi) sebelum pajak PT Telkom Rp27.6 triliun di kuartal 3 tahun 2018.

Untuk memperbaiki kinerjanya, seperti dijetahui perseroan tengah melakukan transformasi di beberapa bidang seperti transformasi bisnis dan transformasi people.