Jakarta, Selular.ID – Bisnis smartphone Sony terus terjerembab. Kuartal kedua 2018 perusahaan menerbitkan laporan keuangan yang mengungkapkan hanya 2 juta unit ponsel terjual antara April dan Juni.

Sekarang angka Juli-September sudah keluar, dan bahkan lebih tragis, hanya 1,6 juta, yang merupakan separuh dari penjualan tahun lalu di periode sama.

Dalam hal pendapatan, angka tersebut turun dari JPY172 miliar (Rp23 triliun) menjadi JPY117,8 miliar (Rp16 triliun), dengan kerugian operasional sebesar JPY29,8 miliar (Rp4 triliun), setengahnya karena biaya penurunan terhadap aset berumur panjang.

BACA JUGA:
Sony Rilis A6400 Mirrorless Dengan Real Time Eye AF Tercepat di Dunia

Selama kuartal terakhir, Sony mengalami penurunan penjualan terutama di Eropa, Amerika Latin, dan Timur Tengah.

Prediksi tahunan di bulan Juli menyebutkan akhir tahun fiskal perusahaan akan mengirimkan 9 juta unit ponsel terjual, tetapi laporan terbaru mengubah prediksi menjadi hanya 7 juta.

Selain di bisnis smartphone, kinerja raksasa Jepang ini sangat baik. Ekspektasi laba operasi perusahaan naik menjadi JPY870 miliar (Rp117 triliun) naik dari perkiraan sebelumnya sebesar JPY670 miliar (Rp90 triliun).

BACA JUGA:
Bahkan di Jepang, Penjualan Smartphone Sony Menurun

Pertumbuhan didorong oleh bisnis semikonduktor dan divisi PlayStation. Bonus lain adalah keuntungan akuntansi satu kali dari Sony Music membeli EMI Music Publishing.