Selular.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan peringatan kepada aparat nakal yang melindungi gembong narkoba hingga bandar judi online (judol).
Dia menegaskan pentingnya pembenahan internal aparat penegak hukum dan meminta seluruh aparat-mulai dari hakim, poilsi, jaksa, hingga tentara-membersihkan institusi dari praktik penyelewengan.
Menurutnya, aparat yang bersih merupakan kunci memberikan pelayanan maksimal untuk rakyat Indonesia, tak terkecuali kaum buruh.
Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Pahlawan Nasional Marsinah di Desa Nglundo, Kecamatan Sukomoro, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5).
Presiden kembali menekankan bahwa aparat negara tidak boleh terlibat ataupun memberikan perlindungan terhadap pelanggaran hukum, terutama praktik perjudian, narkoba, hingga penyelundupan ilegal.
Baca juga:
- Kasus Judol Tak Kunjung Selesai, Bakal Berdampak ke Ekonomi Digital Nasional
- Kerugian Negara Capai Rp1.100 Triliun Akibat Judol di 2025
“Saya ulangi, seluruh aparat harus memperbaiki diri, harus membersihkan diri, harus berani koreksi,” ujar Prabowo.
“Jangan justru aparat yang di belakang penyelewengan. Aparat backing penyelewengan. Aparat backing penyeludupan, backing narkoba, backing judi,” sambungnya.
Menurut kepala negara, langkah pembenahan aparat telah mulai dirintis oleh pimpinan TNI dan Polri.
Karena itu, ia berharap reformasi internal terus diperkuat agar institusi penegak hukum semakin profesional, bersih, dan berpihak kepada kepentingan rakyat.
Prabowo juga mengingatkan agar aparat negara kembali pada jati dirinya sebagai pelayan rakyat yang dicintai masyarakat.
“Saya mengimbau atas nama rakyat, jadilah tentara rakyat, jadilah polisi yang dicintai rakyat,” katanya.




