Thursday, May 23, 2019
Home News Apple Menjadi Perusahaan Teknologi Pertama Dengan Valuasi USD1 Triliun

Apple Menjadi Perusahaan Teknologi Pertama Dengan Valuasi USD1 Triliun

-

Jakarta, Selular.ID – Apple menjadi perusahaan teknologi pertama dan kedua di sektor bisnis apa pun yang mencapai tonggak sejarah, yakni valuasi pasar senilai USD1 triliun. Tingginya kapitalisasi pasar perusahaan yang dirintis oleh Steve Jobs itu, dipicu menjelang akhir perdagangan di AS (2/8/2018), dengan harga penutupan saham mencapai USD207,39.

Pertumbuhan nilainya mengikuti hasil Q3 fiskal yang diterima dengan baik awal pekan ini, termasuk angka positif untuk penjualan iPhone X dan keuntungan yang melesat di China. Harga per saham Apple diketahui telah naik hingga 20% sejak awal 2018 saja.

Karena harga sahamnya terus meningkat dan tonggak bersejarah semakin dekat, maka pencapaian Apple disambut hangat oleh berbagai media di seluruh dunia. Para analis menunjuk pada inovasi reguler dalam teknologi ponsel pintar, peranti lunak, desain dan komputasi sejak IPO pada tahun 1980, membuat Apple menjadi salah satu perusahaan yang sangat dikagumi.

Banyak situs-situs berita menyatakan, bahwa pencapaian Apple sebagai perusahaan pertama yang mencapai valuasi yang tinggi. Namun, Bloomberg mencatat itu sebenarnya yang kedua. Karena 11 tahun yang lalu, perusahaan minyak dan gas yang berbasis di China, PetroChina, sukses memegang gelar tersebut meski hanya dalam waktu singkat.

Baca juga: Analis: Apple Tidak Cukup Berinvestasi dalam Inovasi

Valuasi PetroChina anjlok tak lama setelah mencapai angka USD1 triliun pada 2007. Nilai perusahaan turun menjadi US$ 260 miliar pada akhir 2008. Sementara pada 3 Agustus 2018, turun lagi hanya bernilai sekitar USD200 miliar.

Namun keberhasilan meningkatkan valuasi hingga USD1 triliun, sesungguhnya tak membuat posisi Apple aman. Pasalnya, pesaing terdekat di industri smartphone, Huawei mampu menggeser posisi Apple di peringkat kedua vendor terbesar di dunia.

International Data Corporation (IDC) merilis data awal yang menunjukkan para produsen (OEM) smartphone telah mengirimkan total 342 juta unit selama Q2 tahun ini.

Baca Juga: IDC: Huawei Lampaui Apple di Q2 2018

Laporan juga memperlihatkan penurunan 1,8% dari Q2 tahun 2017, di mana OEM mengirimkan total 348,2 juta handset. Selama kuartal kedua 2018, Huawei telah melampaui Apple dalam jumlah pengiriman secara keseluruhan.

Raksasa China itu mengirimkan 54,2 juta unit handset. Angka tersebut adalah rekor tertinggi perusahaan dan menegaskan raihan 15,8% dari pangsa pasar global dan 27% dari pangsa pasar China (juga rekor Huawei).

Hal ini sekaligus menempatkan Huawei di posisi nomor dua secara global. Sementara Apple tergelincir ke posisi tiga dengan pengapalan 41,3 juta unit handset dan 12,1% pangsa pasar global.

Sukses menggusur Apple menjadikan Huawei lebih percaya diri. Vendor yang berbasis di Shenzen itu, bersiap untuk menjadi pemain puncak pada akhir 2019 mengalahkan Samsung yang sudah bercokol di posisi tersebut sejak 2012.

Sepanjang tahun ini, Huawei menargetkan pengiriman 200 juta smartphone, peningkatan 31% dibandingkan 2017 (153 juta unit). Richard Yu, CEO kelompok bisnis konsumen Huawei, mengatakan bahwa pencapaian yang signifikan sepanjang beberapa tahun terakhir, dapat menjadi pendororong keberhasilan selanjutnya dari Huawei, yakni menjadi vendor smartphone terbesar di dunia pada Q4 2019.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest