Wednesday, April 24, 2019
Home News Market Update IDC: Huawei Lampaui Apple di Q2 2018

IDC: Huawei Lampaui Apple di Q2 2018

-

Jakarta, Selular.ID – International Data Corporation (IDC) merilis data awal yang menunjukkan smartphone OEM telah mengirimkan total 342 juta unit selama Q2 tahun ini.

Laporan juga memperlihatkan penurunan 1,8% dari Q2 tahun 2017, di mana OEM mengirimkan total 348,2 juta handset.

Selama kuartal kedua 2018, Huawei telah melampaui Apple dalam jumlah pengiriman secara keseluruhan.

Raksasa China itu mengirimkan 54,2 juta unit handset. Angka tersebut adalah rekor tertinggi perusahaan dan menegaskan raihan 15,8% dari pangsa pasar global dan 27% dari pangsa pasar China (juga rekor Huawei).

Hal ini menempatkan Huawei di posisi nomor 2 secara global sementara Apple duduk di No.3 dengan pengapalan 41,3 juta unit handset dan 12,1% pangsa pasar global.

“Pertumbuhan Huawei terus berlanjut mengesankan, termasuk kemampuannya masuk ke pasar dimana merek tersebut sama sekali tidak dikenal sebelumnya,” – Ryan Reith, VP IDC, Worldwide Mobile Device Tracker.

IDC mengaitkan pertumbuhan pangsa pasar itu dengan kesuksesan Huawei di pasar baru serta keberhasilan merek sekunder Huawei: Honor. Sementara itu, Huawei P20 dan P20 Pro “menemukan permintaan yang kuat di segmen harga $600- $800”.

Samsung tetap di No.1, di mana ia mengapalkan 71,5 juta unit dan mengambil 20,9% dari pangsa pasar global. Namun perlu dicatat, angka itu menurun 10,4% dari unit yang dikirimkan tahun lalu.

Menurut IDC, penjualan Galaxy S9 dan S9+ terlihat lebih lambat dibandingkan dengan S8 dan S8+, kemungkinan karena pembaruan yang ditawarkan Samsung tidak menggugah pemilik S8 untuk meng-upgrade perangkatnya ke S9.

Galaxy Note9 dari Samsung akan segera diumumkan dan diharapkan bisa meningkatkan penjualan. Perusahaan juga sengaja merilis seri Note jauh sebelum iPhone generasi baru Apple, yang tanggal peluncurannya pun belum diumumkan.

Xiaomi dan Oppo berada di posisi ke-4 dan 5. Xiaomi melampaui Samsung untuk posisi No.1 di India kuartal ini sementara Oppo mengalami perlambatan di India dan Asia Tenggara. Meski begitu, Oppo tumbuh 5,1% dari Q2 tahun lalu karena perusahaan memperluas pasarnya ke sejumlah negara baru di Timur Tengah dan Afrika.

Subscribe to Selular Newsletter

Dapatkan berita menarik seputar harga smartphone terbaru dan informasi telekomunikasi Indonesia.

Latest