Jakarta, Selular.ID – Vendor jaringan asal Swedia memutuskan untuk membangun laboratorium inovasi 5G pertama di India.

Laboratorium yang berpusat di Institute of Technology Delhi, bertujuan untuk mempercepat penyebaran 5G di negara tersebut dengan menyatukan ekosistem telekomunikasi, akademisi, industri, dan start-up.

Borje Ekholm, Presiden dan CEO Ericsson, mengatakan bahwa Pusat Keunggulan dan Laboratorium Inovasi bertujuan untuk merangsang ekosistem 5G di India.

BACA JUGA:
Cetak Laba USD301 Juta, Kinerja Ericsson Mulai Menghijau

“Kami ingin merangsang kreativitas dan inovasi industri India, akademisi dan wirausahawan. Untuk sepenuhnya memanfaatkan dan membuat 5G hadir di India”.

Dalam peresmian pusat pengembangan 5G tersebut, Ericsson menampilkan demo live 5G pertama dari teknologi beamforming dan beam tracking dari kantor pusatnya di Stockholm.

Baca juga: Menyoroti Kesiapan Vendor Jaringan Berebut Kavling 5G

BACA JUGA:
Cetak Laba USD301 Juta, Kinerja Ericsson Mulai Menghijau

Manoj Sinha, Menteri Negara untuk Komunikasi dan Kereta Api mengatakan bahwa keberadaan Pusat Pengembangan 5G akan mendukung rencana pemerintah untuk menumbuhkan ekosistem 5G yang kuat dan dinamis di India.

“Kami ingin India menjadi peserta aktif dalam desain, pengembangan, dan pembuatan teknologi, produk, dan aplikasi berbasis 5G”, ujar Manoj.

BACA JUGA:
Cetak Laba USD301 Juta, Kinerja Ericsson Mulai Menghijau

Dia mengatakan negara itu membutuhkan seluruh ekosistem untuk bekerja sama untuk membuat 5G menjadi kenyataan dalam waktu dua atau tiga tahun ke depan.

Baca juga: Asia Pasifik Berpotensi Jadi Pasar 5G Terbesar di Dunia, Apa Alasannya?

Riset Ericsson memprediksi pendapatan 5G di India dapat mencapai USD27,3 miliar pada 2026, dengan potensi operator negara itu menghasilkan tambahan USD13 miliar dalam pendapatan jika mereka mengambil alih peran di luar konektivitas dan penyedia infrastruktur, dengan menjadi penyedia layanan sekaligus content creator.

BACA JUGA:
Cetak Laba USD301 Juta, Kinerja Ericsson Mulai Menghijau

Ericsson meramalkan peluang terbesar dari kehadiran 5G akan terjadi di sektor-sektor seperti manufaktur, energi dan utilitas, diikuti oleh keselamatan dan kesehatan masyarakat.