Sunday, September 23, 2018

Menyoroti Kesiapan Vendor Jaringan Berebut Kavling 5G

Jakarta, Selular.ID –  Layanan selular berbasis 5G kian di depan mata. Kondisi tersebut tak lepas dari penetapan standar 5G yang telah ditetapkan oleh The 3rd Generation Partnership Project (3GPP), organisasi yang mengatur standar selular internasional.

Pada awal Januari 2018, operator Amerika Serikat AT&T, telah mengumumkan rencana meluncurkan layanan 5G sesuai panduan 5G NR yang dirilis oleh 3GPP. AT&T optimistis dapat menggelar layanan selular generasi kelima itu pada akhir 2018, mendahului dua rivalnya, Verizon dan T-Mobile.

Di Eropa, Deutsche Telekom  juga bersiap menjadi yang pertama. Lewat dukungan vendor jaringan asal China Huawei, operator asal Jerman itu mengklaim sukses meluncurkan jaringan 5G pra-standar di Berlin (12/10/2017).

Sebuah langkah yang digambarkan oleh perusahaan sebagai jaringan pertama 5G di Eropa. Deutsche Telekom pun optimis pihaknya siap melakukan peluncuran teknologi 5G secara global pada 2020. Pasar lain di mana volume berlangganan yang signifikan diharapkan terjadi di awal penetrasi 5G adalah Korea Selatan, Jepang dan Cina.

Tak dapat dipungkiri, operator-operator terkemuka di dunia saat ini memang tengah berupaya menjadi pemain pertama yang meluncurkan layanan 5G secara komersial. Hal ini tak lepas dari proyeksi yang dikeluarkan oleh Ericsson.

Secara global, vendor jaringan asal Swedia itu memprediksi akan ada satu miliar pelanggan 5G untuk peningkatan mobile broadband pada 2023. Dengan harapan untuk diluncurkan pertama kali di daerah kota padat 5G akan mencakup 20% populasi dunia di akhir 2023.

Sementara untuk Indonesia, Ericsson mengkalkulasi terdapat potensi pendapatan tambahan sebesar 30% atau USD 6 miliar untuk operator Indonesia pada 2026 nanti setelah dikomersialisasikan paling cepat 2021.

Memang harus diakui, saat ini operator masih dalam upaya memonetisasi layanan 4G. Di sisi lain, persoalan yang juga sangat krusial, yakni menyangkut ketersediaan frekwensi juga masih menjadi misteri. Di mana frekwensi 5G kelak ditempatkan belum diketahui hingga kini.

Meski demikian, sejumlah pihak optimis kehadiran teknologi 5G diperkirakan dapat diimplementasikan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Pasalnya, berkat kehadiran 4G, ekosistem mobile broadband di Tanah Air sudah berkembang jauh lebih baik dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.

Tumbuhnya ekosistem mobile broadband tentunya akan mendorong pemanfaatan 5G yang jauh lebih bervariasi. Mulai dari koneksi untuk otomatisasi mesin pabrikan melalui Internet of Things (IoT), implementasi surveillance melalui pantauan virtual reality, hingga pemanfaatan fitur augmented reality yang lebih beragam.

Dapat disimpulkan bahwa peluang pendapatan terbesar terkait 5G untuk operator, terletak di sektor manufaktur, energi, dan utilitas.

Prinsipnya, kehadiran 5G akan memberikan nilai tambah yang lebih untuk kita semua. Baik dari sisi operator, pelanggan, dan juga ekosistem industri.

Tak pelak, dengan proyeksi 5G yang bisa diimplementasikan lebih cepat, semua vendor jaringan di Indonesia bergegas untuk menyiapkan berbagai langkah strategis agar layanan 5G mereka bisa dimanfaatkan oleh operator.

Seperti apa kesiapan mereka, saya merangkumnya sebagai berikut :

Ericsson

Ericsson terlihat sangat serius dalam upaya mengkampanyekan pemanfaatan 5G di Indonesia. Keseriusan tersebut ditujukan Ericsson dengan melakukan pameran dan uji jaringan 5G di Jakarta ((4/4/2017).

Dalam demo yang diklaim sebagai yang pertama itu, puncak downlink yang didapat Ericsson mencapai 5,3 Gbps dengan latensi 3 ms. Demonstrasi yang dilakukan oleh Ericsson mencakup 5G test bed, 5G New Radio (NR), dan penggunaan lainnya seperti menggerakkan robot dan video streaming 4K secara live.

Tak puas dengan demo 5G, Ericsson kemudian menggelar event bertajuk “Do Zone” di Four Season Hotel (17/4/2018). Pada event ini, Ericsson memamerkan sejumlah terobosan dalam pengembangan teknologi 5G terbaru.

Seperti port 5G inti, radio, dan transportasi bersama dengan OSS/BSS, layanan jaringan, dan keamanan.
Penyedia solusi ini, juga sudah meluncurkan perangkat lunak komersial 5G Radio Access Network (RAN), berdasarkan standar 3GPP 5G New Radio (NR) pertama yang belum lama ini telah disepakati secara internasional.

Ericsson juga memperkenalkan kategori baru produk radio Street Macro yang bisa memenuhi kebutuhan operator untuk tumbuh di kota-kota dengan ketersediaan akses radio terbatas.

Menurut Presiden Direktur Ericsson Indonesia Jerry Soper, produk radio ini tidak memakan tempat atau lebih ringkas ketika ditempatkan pada bagian tertentu dari gedung, namun memiliki kemampuan yang cukup untuk menjaga efisiensi dan cakupan jaringan.

Selain itu, Ericsson memperkenalkan produk radio baru yang mendukung teknologi Masif MIMO (massive multiple input and multiple output). Ini akan memenuhi kebutuhan akan lalu lintas data yang terus bertambah, secara lebih efisien, dan memungkinkan akses ke konten multimedia, seperti streaming video 4K/8K, VR (virtual reality) atau AR (augmented reality).

BACA JUGA:  Tingkatkan Skalabilitas 5G, China Berencana Gabungkan Dua Operator

“Gabungan portpolio radio dan dukungan 5G untuk radio yang telah digunakan Ericsson di lapangan akan mendukung evolusi operator Indonesia dari 4G menuju 5G,” pungkas Jerry.

ZTE

Seperti halnya Ericsson, vendor jaringan asal China, ZTE juga terlihat agresif dalam memperkenalkan teknologi 5G di Indonesia. Salah satu program yang dijalankan adalah event bertajuk “Leading 5G Tour 2018”.

Melalui acara ini, ZTE membawakan berbagai inovasi termasuk uji pertama di dunia untuk end-to-end IoDT yang berbasis standar 3GPP 5G NR terbaru, kemudian ada Sub-6GHz 5G Field Trial pertama di dunia, NB-IoT R14 data rate enhancement feature pertama di dunia, dan produk end-to-end 5G komersial lengkap. Solusi-solusi tersebut sebelumnya telah diperkenalkan pada gelaran MWC 2018 di Barcelona.

“Di Asia, Indonesia adalah negara pertama, dan acara serupa akan diadakan di negara lainnya di Asia,” kata Benjamin Bai, Marketing Director ZTE Indonesia, di Jakarta (2/4/2018).

Bai menambahkan, solusi-solusi baru itu menandai kepemimpinan ZTE dalam Komersialisasi Solusi 5G, dengan mitra yang tersebar di lebih dari 20 operator telekomunikasi di dunia.

Sebagai pemimpin di bidang teknologi, ZTE memiliki portfolio produk komersial 5G yang siap untuk operator di tahun 2019, termasuk mmWave dan perangkat akses 5G Sub-6GHz, solusi 5G bearer yang beraneka ragam, dan perangkat core network 5G yang fleksibel serta berkinerja sangat tinggi.

BACA JUGA:  Lenovo Siap Kenalkan Ponsel 5G Pertama di Dunia

Untuk akses radio 5G, ZTE memberikan pilihan base station 5G generasi baru yang lengkap, misalnya AAU untuk 5G high frequency atau low frequency, NG BBU dengan kapasitas terbesar di industri, atau RRU dual-mode 4G/5G pertama.

Sedangkan pada 5G bearer, ZTE meluncurkan solusi Flexhaul 5G yang meliputi perangkat 1U pertama di dunia yang mendukung antarmuka 10GE, 25GE dan 100GE, serta platform 5G TB-level pertama di industri.

Huawei

Raksasa telekomunikasi asal China Huawei dikenal sebagai penguasa teknologi 3G dan 4G. Transisi ke teknologi 5G tentu membuat Huawei tak ingin posisinya tergeser oleh vendor jaringan lainnya. Itu sebabnya, Huawei terus berusaha memantapkan inovasi teknologi 5G yang telah mereka kembangkan selama ini.

Dalam ajang MWC 2018 di Barcelona, Huawei mengumumkan chip 5G pertama untuk consumer yang diberi nama Balong 5G01.

Chip 5G yang dihadirkan oleh Huawei, memungkinkan perangkat selular dapat mengakses jaringan generasi kelima. Huawei mengklaim bahwa produknya tersebut memungkinkan untuk mengunduh data dengan kecepatan mencapai 2,3 Gbps.

Dengan kecepatan tersebut, 5G bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan mobil otonom atau tanpa sopir, rumah pintar, dan hal lainnya. Diluncurkannya Balong 5G01 membuat Huawei jadi perusahaan pertama yang menghadirkan solusi 5G end-to-end, mulai dari urusan jaringan, perangkat, dan chipset.

Untuk mengembangkan 5G ini, CEO Huawei Richard Yu mengungkapkan bahwa perusahaannya menginvestasikan dana sampai USD 600 juta untuk teknologi jaringan 5G.

Di Indonesia sendiri, Huawei tidak secara khusus menggelar pameran 5G seperti yang dilakukan oleh dua kompetitornya. Namun Huawei memilih untuk melakukan kerjasama dengan operator. Salah satunya adalah Telkomsel.

Huawei menggandeng Telkomsel dalam uji coba pertama di Indonesia teknologi 3GPP Massive Internet of Things (IoT) dan teknologi Frequency Division Duplexing (FDD) MIMO sebagai tahapan menuju diimplementasikannya teknologi 5G di Jakarta (6/4/2017).

Uji coba yang dilakukan adalah solusi Smart Water Meter dan Smart Parking. Pada demo Smart Water Meter, meteran air mengirimkan data dan diterima oleh platform IoT yang kemudian meneruskannya ke aplikasi mobile secara real time, di mana aplikasi tersebut menampilkan hasil pengukurannya.

Sebagai info, FDD Massive MIMO merupakan teknologi antena yang telah dirancang untuk menghasilkan kapasitas sistem yang lima kali lebih besar dibandingkan teknologi LTE 2×2 MIMO pada umumnya. Teknologi ini merupakan salah satu kunci dalam implementasi teknologi 5G untuk meningkatkan kapasitas dan pengalaman pengguna dalam layanan eMBB.

Sementara, NB-IoT sendiri, merupakan salah satu jenis teknologi jaringan Low Power Wide Area (LPWA), memungkinkan perangkat beroperasi hingga 10 tahun tanpa pengisian daya ulang baterai sehingga sangat menghemat biaya.

Teknologi NB-IoT juga mampu menghasilkan kapasitas koneksi yang masif untuk solusi dan aplikasi berbasis IoT mMTC yang beragam, antara lain Smart Water Meter, Smart Parking, Bike Sharing, Smart Electricity Meter, Smart Agriculture, dan Fleet Management.

Uday Rayana
Editor in Chief

MUST READ

Ini 4 Fitur Andalan Vivo V11 Pro

Jakarta, Selular.ID – Vivo secara resmi meluncurkan smartphone barunya ke Indonesia yakni Vivo V11 Pro. Sejauh ini Vivo dikenal dengan inovasi dan teknologi barunya. Vivo...

LATEST

Line Concert Ketiga Sambangi Yogyakarta

Jakarta, Selular.ID - Line Concert akan kembali menyapa masyarakat Indonesia tahun ini. Setelah mengunjungi Surabaya dan Medan, kini Line Concert akan hadir di Yogyakarta...

ShopeePay Kantongi Izin BI

Jakarta, Selular.ID – Satu tahun dibekukan karena proses perizinan, akhirnya Shopee bersiap meluncurkan ulang dompet digital di dalam aplikasi yang bernama ShopeePay. “Payment kita baru...

Oppo Ungkap Alasan Rilis F9 Lebih Cepat

Jakarta, Selular.ID - Oppo Indonesia mengaku F9 rilis lebih cepat dari jadwal seharusnya, baik di kancah global maupun di tanah air. "OPPO F9 itu kehadirannya...

Ovo QR Code Sudah Bisa Digunakan di Bandung

Jakarta, Selular.ID – Ovo mengumumkan bahwa Ovo QR code telah tersedia dan dapat diakses melalui aplikasi Ovo dan Grab. Ovo telah memperluas jangkauannya ke...

Berhenti Beroperasi, Ini Cara Backup Data Path Anda

Jakarta, Selular.ID - Path resmi mengumumkan penghentian layanannya. Melalui blog resmi, media sosial mengimbau penggunanya untuk menyimpan data yang pernah dibagi di platform. "Dengan penuh...