Thursday, September 19, 2019
Home News Feature Resmi Melantai di Bursa Hong Kong, Xiaomi Berharap Raup Rp 84 Triliun

Resmi Melantai di Bursa Hong Kong, Xiaomi Berharap Raup Rp 84 Triliun

-

Jakarta, Selular.ID – Di tengah ketidakpastian rencana listing di China daratan,  Xiaomi akhirnya merampungkan proses IPO (initial public offering) di bursa Hong Kong. Vendor smartphone asal China itu resmi mengumumkan penawaran saham perdananya dengan membidik dana segar senilai 6 miliar dollar AS (Rp 84 triliun).

Angka itu lebih rendah dari target awal, yakni 10 miliar dollar AS (Rp 140 triliun). Hilangnya target 4 miliar dollar AS (Rp 56 triliun) dikarenakan Xiaomi menunda IPO di China sampai IPO di Hongkong selesai.

Xiaomi berharap mampu menjual 2,2 miliar lembar saham ke investor global selama IPO yang dibuka hari ini, Senin (25/6/2018). Tiap lembar saham bernilai 17 dollar Hongkong (Rp 30.000-an) hingga 22 dollar Hongkong (Rp 39.000-an).

Meski target pengumpulan dana lebih rendah dari rencana awal, namun nilai IPO yang dilakukan Xiaomi masih akan membuatnya menjadi IPO terbesar di dunia dalam hampir dua tahun.

Baca juga : Xiaomi Mulai Menjauh Dari Kejaran Samsung

“Di masa depan, Xiaomi memiliki potensi besar untuk pertumbuhan. Kami adalah perusahaan yang sangat langka yang dapat melakukan hardware, e-commerce dan layanan internet ” kata CEO Lei Jun pada konferensi pers di Hong Kong.

Sebelumnya James Paradise, Presiden Goldman Sachs Asia-Pasifik, yang merupakan salah satu sponsor IPO, mengatakan, bahwa kisaran nilai IPO Xiaomi antara USD54 miliar dan USD70 miliar. Itu lebih rendah dari penilaian hampir US$ 100 miliar perusahaan dilaporkan perusahaan pada tahun ini.

“Kami tidak pernah mengatakan berapa banyak kami dihargai. Dalam beberapa bulan terakhir, pasar memiliki banyak spekulasi,” kata CFO Chew Shou Zi.

Hao Hong, kepala strategi di broker BOCOM International yang berbasis di Hong Kong, mengatakan satu penjelasan untuk penilaian yang lebih rendah adalah bahwa investor khawatir tentang potensi Xiaomi untuk meningkatkan margin keuntungannya di masa depan.

“Ledakan Xiaomi telah berada di ujung pasar yang rendah. Xiaomi tidak mengambil keuntungan di pasar premium seperti Apple dan Samsung. Itulah mengapa margin keuntungannya sangat sulit untuk dikembangkan,” katanya.

Perdagangan saham Xiaomi di bursa saham Hong Kong diperkirakan akan dimulai pada 9 Juli. Perusahaan berencana untuk menggunakan dana dari IPO untuk meningkatkan penelitian dan pengembangan, serta memperluas upaya untuk ekspansi global.

Baca juga : Perbedaan Valuasi Membuat Rencana Go Public Xiaomi Tertunda

Di sisi lain, IPO yang dilakukan Xiaomi juga diharapkan dapat membuat beberapa pendiri perusahaan dan karyawan awal sangat kaya.

Dalam pengajuan baru-baru ini, Xiaomi mengatakan telah memberikan Lei, CEO dan salah satu pendiri, saham senilai sekitar USD1,5 miliar untuk kontribusinya kepada perusahaan. Xiaomi menyebutkan bahwa penghargaan yang diberikan kepada Lei merupakan praktek yang bersifat umum.

“Kami mencapai konsensus untuk membuat keputusan karena kontribusi Lei selama delapan tahun terakhir. Ia memulai perusahaan ini dari awal,” kata Presiden Xiaomi Lin Bin, yang merupakan salah seorang pendiri lainnya.

Latest