Xiaomi di India

Jakarta, Selular.ID – Seperti halnya Indonesia, pasar smartphone di India terus menunjukkan kinerja yang menggembirakan. IDC mencatat terdapat pertumbuhan hingga dua digit pada kuartal pertama tahun ini. Menariknya, permintaan yang kuat justru datang dari segmen ultra-high-end. Padahal pemain di segmen ini tidak terlalu banyak.

Dalam laporan terbarunya, IDC menyebutkan pengiriman smartphone meningkat hingga 11% (tahun-ke-tahun) pada kuartal kedua 2018 yang mencapai 30 juta unit. IDC mengatakan itu adalah “awal paling kuat untuk satu tahun” di pasar.

Pasar ultra-high-end (perangkat dengan harga US$ 600 ke atas) tumbuh 68% (tahun ke tahun). Pertumbuhan pasar di segmen premium ini, utamanya didorong oleh permintaan yang tinggi terhadap sejumlah varian yang terus diminati oleh konsumen, seperti seri Samsung Galaxy S9.

BACA JUGA:
Salip Xiaomi dan Samsung, Realme Berhasil Menjual 4 Juta Smartphone

Baca juga : Perbedaan Valuasi Membuat Rencana Go Public Xiaomi Tertunda

Menurut IDC, smartphone buatan Samsung di kasta tertinggi itu, mengambil pangsa 77% segmen pasar. Produk lain yang juga tak kalah diminati oleh konsumen di India adalah OnePlus yang sukses mempertahankan pangsa pasar lebih dari 50% di segmen yang sama ( US$ 400 hingga US$ 600).

Dengan trend yang terus meningkat dan pasar yang masih terbuka lebar, IDC memprediksi pertumbuhan pasar smartphone di negeri Sharukh Khan itu masih terlihat positif, sehingga pertumbuhan sebanyak dua digit kemungkinan akan berlanjut pada 2018.

BACA JUGA:
Canalys Q3 2018: Pasar Smartphone Asia Tenggara Turun, Indonesia Tumbuh

Jaipal Singh, analis pasar senior di IDC India, mengatakan permintaan yang kuat masih akan didorong oleh popularitas smartphone di segmen low end yang ramah di kantung konsumen.

Baca juga : Xiaomi Belum Bisa Buktikan Jadi Peringkat Kedua Smartphone Terbaik Indonesia Versi Canalys

“Upaya untuk membuat perangkat lebih terjangkau dengan rencana pembiayaan, dibarengi oleh langkah ekpansi yang semakin agresif dari para vendor utama, serta dorongan oleh platform penjualan online yang semakin diminati oleh konsumen muda, membuat pasar akan semakin bergairah”, jelas Jaipal.

Meski berpotensi tumbuh dua digit, bagaimanapun, Jaipal menambahkan, dorongan pemerintah untuk memperbanyak manufaktur lokal elektronik high-end dan perkiraan kenaikan bea masuk akan menempatkan sebagian besar vendor ponsel di bawah tekanan marjin yang bisa terus berlanjut dan memangkas keuntungan.

BACA JUGA:
Samsung Galaxy A9 Punya 4 Kamera, Apa Saja Kegunaannya?

Meski kompetisi terbilang ketat, IDC mengungkapkan vendor asal China Xiaomi mampu mempertahankan keunggulannya di pasar India untuk kuartal kedua berturut-turut. Vendor yang berbasis di Shenzen itu sukes memperbesar pangsa pasar menjadi 30,3%, diikuti oleh Samsung yang stagnan (25,1%) dan Oppo (7,4%).

Dengan pangsa pasar sebesar itu, gap antara Xiaomi dengan Samsung kini semakin melebar. Sebelumnya di kuartal keempat 2017, IDC mencatat penguasaan market share kedua vendor itu terbilang tipis.  Xiaomi 27% dan Samsung 25%.