Sunday, August 18, 2019
Home News Market Update Xiaomi Belum Bisa Buktikan Jadi Peringkat Kedua Smartphone Terbaik Indonesia Versi Canalys

Xiaomi Belum Bisa Buktikan Jadi Peringkat Kedua Smartphone Terbaik Indonesia Versi Canalys

-

Jakarta, Selular.ID – Laporan IDC 2017, mencatat Xiaomi menduduki posisi kelima dalam Indonesia Top 5 Smartphone Companies 2017 selama kuartal keempat tahun 2017.

Tercatat, pertumbuhan market share Xiaomi selama kuartal keempat 2017 hanya 7%. Sementara untuk predikat Top 5 Smartphone Companies 2017 versi IDC secara keseluruhan, Xiaomi tidak masuk itungan.

Posisi Xiaomi di nomor 5 harus tergeser oleh Vivo. Tetapi data dari lembaga survey serupa IDC, Canalys justru menyatakan bahwa Xiaomi menduduki posisi nomor dua di Top 5 Vendor Smartphone di Indonesia.

Pertumbuhan market share Xiaomi cukup signifikan sebesar 14,55% selama kuartal satu (Q1) 2017 hingga Q1 2018.

Xiaomi meraih market share USD107.000 selama Q1 2017. Di Q1 2018 mengalami peningkatan dengan raihan market share USD1,7 juta.

Dibanding IDC, data dari Canalys dirasa kurang akurat bagi sebagian vendor smartphone.

Kami SelularID juga telah menanyakan Smartfen yang menduduki posisi kelima. Menurut Smartfren data tersebut tidak valid karena brand Andromax sendiri sudah tidak terdengar gaung nya lagi sejak November 2017 lalu.

Guna membuktikan hal ini, SelularID mencoba menanyakan kepada Steven Shi, Country Manager Xiaomi Indonesia terkait kebenaran data Canalys ini saat acara hands-on Redmi S2 di bilangan Kebayoran, Jakarta, Selasa (22/5/2018).

Ketika ditanya, Xiaomi seakan tertutup akan kevalidan data tersebut.

“Kami tidak tahu Canalys dapat data darimana. Saat ini kami belum memiliki data internal terbaru,” jelas Steven.

Dalam siaran langsung peluncuran Redmi S2 secara global, justru berbanding terbalik ketika ditanya langsung.

“Kami sangat bangga menjadi smartphone terbaik di Indonesia posisi kedua versi Canalys. Ini tentunya berkat dukungan Mi Fans Indonesia,” ucap Steven melalui live streaming peluncuran Redmi S2.

Steven Shi, Country Manager Xiaomi melalui live streaming (Donnie Pratama Putra)

Beberapa waktu lalu kami juga menanyakan lembaga riset serupa Canalys yakni IDC.

IDC menjelaskan bahwa metode yang mereka gunakan untuk menghitung market share vendor smartphone itu murni berdasarkan penjualan resmi ponsel masing-masing. Ini tidak termasuk bundling dan black market.

Perkembangan ponsel black market di Indonesia pun kian melesat. Beberapa ponsel Xiaomi diduga masuk ke Indonesia secara ilegal.

Terkait hal ini, Xiang Wang, Senior Vice President Xiaomi menjelaskan kepada SelularID beberapa waktu lalu. Intinya, Wang menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin kerjasama yang kuat dengan rekan distribusi dan retailer untuk menekan peredaran smartphone ilegal di Indonesia.

Belum jelas hingga saat ini apakah metode yang digunakan Canalys berdasarkan total jumlah penjualan resmi produk Xiaomi atau termasuk bundling bahkan black market. Mengingat sejumlah produk Xiaomi tidak masuk ke Indonesia.

Antusias Mi Fans yang cukup besar membuat mereka rela menghalalkan segala cara termasuk membeli ponsel ilegal.

Baca juga: Canalys: Top 5 Vendor Smartphone di Indonesia

Seharusnya Xiaomi jangan berbangga diri dulu. Sebab vendor ponsel lain masih meragukan kevalidan data Canalys ini, sebut saja Smartfren.

Jika data internal Xiaomi sendiri menunjukan keakuratannya dengan data Canalys, barulah berbangga diri. Dengan begitu, barulah teruji bahwa Xiaomi layak menduduki peringkat kedua smartphone terbaik di Indonesia.

Latest