IMG_20171109_134217Kuala Lumpur, Selular.ID – Tak dapat dipungkiri, kemajuan teknologi digital telah menjadikan sejumlah negara semakin terdepan, khususnya di bidang ekonomi. Singapura, China, Jepang dan Korea Selatan, adalah contoh negara di kawasan Asia Pasifik yang sukses mentransformasikan digital sebagai enabler yang mendorong pertumbuhan GDP mereka secara signifikan.

Menurut YB Dato’ Seri Dr. Ahmad Zahid bin Hamidi, Malaysia akan fokus untuk memperkuat dan mengembangkan digital ekonomi, mengintensifkan perpindahan dari ekonomi buruh murah, menjadi tenaga kerja dengan pengetahuan tinggi.

BACA JUGA:
Huawei Rilis Speaker AI Baru di China

Ahmad Zahid menambahkan, digital ekonomi juga berperan dalam mendukung transformasi bisnis tak hanya industri besar namun juga SMEs (Small Medium Enterprise). Kelompok bisnis ini diyakini dapat menjadi kekuatan yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi dari berbagai segmen industri.

“Mayoritas ekonomi Malaysia digerakkan oleh pelaku UKM. Dengan jumlah mencapai sekitar 99,2%, menjadikan segmen usaha ini menjadi kontributor terbesar bagi GDP negara. Karenanya pemimpin bisnis perlu bertransfomasi ke digital, karena hal ini secara positif berdampak pada kesempatan yang luas di pasar domestik maupun global, memperkuat level kompetisi, produktifitas dan juga inovasi”, papar Ahmad.

BACA JUGA:
Huawei Rilis Smartphone dengan 3 Kamera, Samsung Latah

Sejalan dengan visi tersebut, hari ini di gelaran Huawei Asia Pacific Innovation Day di Kuala Lumpur (9/11/2017), Huawei dan SME Corporate Exchange, badan khusus UKM di bawah Kementrian Perdagangan Antar Bangsa dan Industri Malaysia, menandatangani kerjasama pengembangan di berbagai bidang. Melingkupi riset, inovasi, dan talent development bagi kelompok bisnis UKM agar semakin tumbuh besar di masa depan, sesuai dengan target pemerintah dalam mengembangkan digital ekonomi.