Menkominfo: Gugatan Internux Tidak Mempengaruhi Proses Lelang

Rudiantara23Jakarta, Selular.ID – Baru-baru ini Pengadilan Negeri (PN) mengabulkan tuntutan yang diajukan PT Internux (Bolt) ke Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Dalam gugatan itu Internux meminta diberikan spektrum 30 MHz di pita 2,3 GHz tanpa proses lelang untuk produknya, Bolt.
Permasalahan soal frekuensi 2,3 GHz, baik yang digugat PT Internux sepertinya tidak jadi halangan bagi Kementerian Kominfo.

“Lelang frekuensi akan tetap berjalan. Pertama, kami belum dapat putusan dan ini baru tingkat pertama (pengadilan negeri) jadi nga berpengaruh terhadap lelang,” kata Rudiantara Menteri Komunikasi dan Informatika di sela-sela talkshow betajuk Teknologi digital membuat media cetak lebih hidup di Jakarta (16/03/17).

Rudiantara juga menegaskan kalau saat ini pihaknya belum membaca isi gugatan Internux, walaupun demikian Rudiantara menyebutkan kalau semuanya masih dalam proses. Artinya jika gugatan terus berjalan Kominfo bisa melakukan banding, setelah banding masih ada kasasi, setelah kasasi masih bisa peninjauan kembali (PK).

Diketahui, baru-baru ini Pengadilan Negeri (PN) mengabulkan tuntutan yang diajukan PT Internux ke Kominfo. Internux meminta diberikan spektrum 30 MHz di pita 2,3 GHz tanpa proses lelang.

Pasalnya, pada 2014 lalu Kominfo juga melakukan hal serupa untuk PT Smart Telecom (Smartfren). Kala itu terjadi gangguan yang membuat Kominfo bertindak cepat dalam memindahkan jaringan Smart Telecom dari frekuensi 1,9 GHz ke 2,3 GHz.

Hal ini menjadi kisruh karena menurut sebagian orang izin frekuensi harus melewati proses pelelangan terbuka. Apalagi, spektrum Smart Telecom yang tadinya seluas 7,5 MHz di frekuensi 1,9 GHz bertambah menjadi 30 MHz di frekuensi 2,3 GHz.

Lagipula lelang frekuensi 2,1 GHz dan 2,3 GHz memang diperuntukan bagi operator selular. Rudiantara mengatakan yang paling membutuhkan tambahan frekuensi adalah para operator seluler karena kapasitas mereka di kota-kota besar sudah penuh.