Sunday, October 20, 2019
Home News Kominfo Rekrut Anak Bangsa Amankan Dunia Cyber Indonesia 

Kominfo Rekrut Anak Bangsa Amankan Dunia Cyber Indonesia 

-

Jakarta, Selular.ID – Kesadaran masyarakat Indonesia soal keamanan cyber masih rendah. Sungguh ironi, padahal segala jenis kejahatan dunia maya kerap terjadi di Tanah Air. Melihat kurangnya talent cyber security di indonesia, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo)‎ menggalang program Born To Control untuk menjaring sebanyak 10.000 kandidat pengaman cyber security Indonesia. 

Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia, menjelaskan bahwa program ini bukan untuk mengontrol dunia maya tapi memperkuat Indonesia atas serangan cyber.

“Di sini saya tekankan, Kita (Kominfo) tidak mengontrol apa-apa, hanya meningkatkan SDM untuk menghadapi cyber threats,” kata menteri yang disapa Chief RA ini, di Kantor Kemkominfo, Jakarta, Senin (30/1/2017).

Program tersebut akan dilakukan pada 10 kota yakni Medan, Palembang, Jakarta, Bandung, Jogjakarta, Malang, Bali, Samarinda, Makassar dan Manado. Roadshow bertujuan mengajak masyarakat luas, khususnya para generasi muda, berumur 17 tahun keatas yang berpendidikan menengah atas, hingga perguruan tinggi untuk mengikuti ajang ini.

Lebih lanjut diuraikan Eva Noor, Managing Director Xynexis, program tersebut diadakan oleh Kemenkominfo agar tidak terjadi ketimpangan (gap) teknologi yang melesat jauh dengan SDM yang ada saat ini. Eva optimistis melalui program tersebut, SDM dapat mengoperasikan teknologi yang saat ini semakin canggih.

“Kurang orang yang mengerti cyber security. Gap antara yang berkualitas dengan tidak berkualitas telalu tinggi. Cyber security selain butuh skill, juga butuh passion dan juga art. Kelak ke depan, kita sudah harus memiliki generasi yang punya mindset bela dirimu dan bela bangsamu,” katanya.

Nanti ada proses recruitment bertahap sampai dilatih menjadi ahli IT yang mahir di cyber security. Mereka bakal di training seputar skill, kepribadian, standar kerja, dan pengenalan industri. Rangkaian kegiatan tersebut dirasa penting agar pemerintah tidak lagi mengimpor atau mendatangkan tenaga ahli luar dalam penanganan masalah cyber security di negeri ini.

Antusiasme generasi muda terhadap program Born To Control, dikatakan Eva, cukup baik. Baru seminggu website ini diluncurkan, sudah menjaring hampir 1800 peserta. Dari 10 kota, bukan hanya berasal dari kota-kota besar saja namun juga banyak yang dari daerah. “Makasar, Manado, dan Palembang sudah banyak yang daftar,” tutur Eva.

Latest