Friday, November 15, 2019
Home News Community Gadtorade, Wadah Sharing Bagi Penyuka Gadget

Gadtorade, Wadah Sharing Bagi Penyuka Gadget

-

community-okJakarta, Selular.ID – Perkembangan industri selular ternyata tidak hanya berimbas pada tumbuhnya para pengguna ponsel atau tablet saja. Komunitas yang menjadi wadah para pengguna gadget juga ikut bermunculan seiring dengan perkembangan tersebut, termasuk komunitas yang akan kita bahas berikut ini. Ya, Gadtorade, sebuah komunitas gadget di Indonesia yang sudah eksis sejak 12 Juli 2001 silam. Adalah Lucky Sebastian, seorang pendiri sekaligus owner dari komunitas gadget yang masih eksis hingga saat ini.

Tentu di tahun 2001, smartphone belum nampak kehadirannya. Kita mungkin ingat dengan PDA yang terkenal dengan Palm OS-nya, yang disusul kemudian ponsel berbasis Windows dengan Pocket PC begitupun dengan perangkat GPS yang juga mulai tenar pada saat itu.

“Kedua komunitas, Palm OS dan Pocket PC ini tidak memperkenalkan anggotanya bicara di luar topik sistem operasi dan pemanfaatannya, tidak boleh berjualan. Jadi, akhirnya saya buatkan jembatan sebuah milis baru dengan nama Gadtorade, singkatan dari Gadget to Trade, tujuan pertamanya supaya teman-teman yang ingin membeli gadget, bosan dengan gadgetnya dan mau ganti, punya sarana,” ungkap Lucky.

Lama-kelamaan, lanjut Lucky, Gadtorade tidak hanya berbasis untuk trade gadget, tetapi akhirnya lebih banyak berbagi informasi seputar gadget, teknologi, pemanfaatan dan Question & Answer.

Tidak Berorientesi pada OS Tertentu
Seolah menjadi hal yang lumrah di mana bila ada platform yang sedang ‘booming’ maka akan timbul sebuah komunitas yang disandarkan dengan platform tersebut. “Waktu BlackBerry hype, ada yang membuat berbagai komunitas BlackBerry, begitupun ketika iPhone hype, banyak yang bikin komunitas iPhone, dan lain-lain,” tandas Lucky.

Waktu Android mulai masuk ke Indonesia, saat itu Indonesia masih demam BlackBerry, tetapi Ricky berpikir Android itu sistem operasi masa depan. Tak ayal, dia pun mulai bercerita di komunitas Gadtorade mengenai Android.

Seiring perkembangan Android yang kian pesat, hal yang wajar saja bila di komunitas Gadtorade sebagian besar bercerita tentang Android. Hanya saja, karena ini komunitas non base on OS, segala topik pembahasan ada di dalamnya, termasuk iOS, BlackBerry, Tizen, dan lain-lain.

“Sebagian sistem operasi pun ada yang sudah tidak popular, di mana akhirnya komunitasnya juga susah tidak ramai lagi, dan semua kembali berkumpul di Gadtorade. Jadi Gadtorade ini tidak hanya ‘melahirkan’ banyak komunitas lain, tetapi juga jadi oase tempat semua penggemar segala OS, gadget, untuk berkumpul bersama kembali,” tandasnya.

Berbagi Pengetahuan Seputar Gadget
Berdiri sejak 15 tahun lalu, komunitas Gadtorade tentu memiliki jumlah anggota yang tidak sedikit. Secara angka, Lucky membeberkan bahwa anggota yang sudah bergabung di komunitas ini sudah menyentuh angka 11 ribu-an anggota. Lucky mengakui karena cukup lama eksis, Gadtorade juga telah menjadi panutan milis lain juga untuk menerapkan aturan ber- milis. “Saya lihat cukup banyak komunitas mailing list lain memiliki aturan yang dimiliki Gadtorade,” imbuhnya.

Mengenai keanggotaan, bagi mereka yang tertarik untuk bergabung di Gadtorade, sejatinya tidak ada pesyaratan tertentu. Cukup kirim email kosong ke gadtorade-subscribe@yahoogroups.com, nanti akan ada moderator yang meng-approve. ”Hanya siap-siap, mungkin harus dipisahkan email tersendiri untuk mereka yang belum terbiasa menerima email yang banyak dalam sehari. Dalam sebulan kira-kira ada 7000 – 12.000 email akan diterima,” ungkap Lucky.

Menjadi member sebuah komunitas, selain bisa menjadi wadah berkumpul dan mendapat banyak teman, tak jarang para member juga bisa memperoleh manfaat lainnya. Di Gadtorade, misalnya, benefit untuk para anggotanya pertama adalah dari sisi pengetahuan. Oleh karena di komunitas ini banyak dibahas topik-topik hangat seputar gadget, dan member bisa bertanya untuk mendapat feedback dari member lain.

Tidak hanya itu, benefit lainnya adalah member akan sering mendapat informasi yang terfilter. Misalnya sedang ada diskon untuk produk tertentu umpamanya. Atau bagaimana mendapatkan produk ini dengan lebih murah, bagaimana bisa mendapat layanan itu dengan murah, dan lain-lain. Menariknya lagi, oleh karena banyak anggota Gadtorade yang juga pedagang, Lucky mengatakan bahwa member bisa membeli gadget dengan harga miring.

“Gadtorade juga sering bekerjasama dengan banyak vendor, operator, merchant, dan lain-lain untuk memberikan benefit lebih kepada membernya, misalnya mencoba produk baru lebih awal, membeli dengan harga khusus, mendapat layanan yang lebih, dan lain sebagainya,” papar pria yang ramah ini.

Para anggota komunitas Gadtorade dapat berinteraksi dan bertemu setiap hari lewat mailing list atau email. Selain itu, komunitas ini juga mempersilakan para anggotanya untuk mengadakan ‘miring’ (mini gathering). Misalnya, ada member dari Jakarta yang sedang berkunjung ke Bali, mereka pun bisa mengajak ketemuan member Gadtorade di kota tersebut.

“Gadtorade juga sering mengadakan acara workshop dengan beberapa vendor yang bisa dihadiri member dengan jumlah terbatas, untuk update informasi,” beber Lucky.

Masih soal kegiatan, sebagai sebuah komunitas Gadtorade juga memiliki agenda rutin yang dilakukan setahun sekali. Kegiatan rutin yang dilakukan saban tahun ini merupakan kegiatan besar berupa big gathering.

“(Di acara) ini kita bertemu tatap muka dengan banyak acara di sebuah kota. Big gathering ini bisa dihadiri member Gadtorade dari mana saja, biasanya diadakan di gedung pertemuan, dan dihadiri ratusan member,” kata Lucky.

Gadtorade, lanjut Lucky, juga punya acara amal yang biasanya diadakan akhir tahun,  di mana para anggota mengumpulkan sumbangan untuk disalurkan. Sumbangan bisa berupa sembako, lelang gadget untuk dibelikan bahan lain, dan disumbangkan ke panti asuhan. Kegiatan yang bersifat sosial ini, kadang juga dilakukan Gadtorade dalam bentuk mengumpulkan buku dan mendirikan perpustakaan untuk desa yang jauh di atas gunung.

Latest