Wednesday, July 17, 2019
Home News Acer Hengkang Dari Pasar Smartphone Terbesar Kedua Dunia

Acer Hengkang Dari Pasar Smartphone Terbesar Kedua Dunia

-

Acer-Liquid-Zest-Plus
Jakarta, Selular.ID – Pekan ini, Acer mengumumkan akan menarik diri dari India. Dengan populasi lebih dari satu miliar jiwa, India telah melampaui Amerika Serikat sebagai pasar smartphone terbesar kedua di dunia. Karena itulah mengapa banyak produsen ponsel berbondong-bondong ke sana, yang menjadikan kompetisi kian sengit, dan hasilnya, Acer hengkang dari India.

Sama seperti Indonesia, penggunaan smartphone di India dalam tiga tahun terakhir meningkat tajam. Jaringan 4G yang menggantikan 3G memicu ledakan permintaan smartphone terjangkau, terutama di kalangan muda. Produsen-produsen utama pun bergegas menjawab tantangan tersebut. Namun beberapa pemain pun terdorong keluar dari arena permainan.

Kehadiran Acer di India memiliki sejarah yang relatif panjang. Mirip dengan Indonesia, perusahaan mulai menjual smartphone sejak enam tahun yang lalu. Namun pekan ini, perusahaan asal Taiwan itu mengumumkan bahwa mereka akan menarik diri dari pasar India, setidaknya untuk saat ini.

Dengan OEM Tiongkok mendominasi pasar India, bahkan nama-nama besar seperti Samsung dan Apple tampak kepayahan untuk terus ikut berkompetisi. Dan karena kurangnya keragaman produk yang ditawarkan, keputusan Acer untuk menutup bisnis di India cukup masuk akal.

Dilansir Selular.ID dari Android Authority (22/12/2016), Harish Kohli, Managing Director Acer India, menjelaskan bahwa kecenderungan pasar India yang baru lahir sangat harga-sentris. Keterjangkauan harga menggantikan fungsi.

“Hari ini, ponsel telah menjadi komoditas berdasarkan level harga, bukan berdasarkan experience. Sangat sedikit produk yang dirancang berdasarkan pengalaman. Ketika Anda masuk ke arena, ada keputusan yang harus diambil, apakah untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan menderita (rugi) atau hanya menyalin merek lain dan memproduksi produk untuk rentang harga tertentu.”

Menariknya, Kohli menyesalkan inisiatif pemerintah setempat ‘Make in India’ yang malah mempersulit merek elektronik besar untuk bersaing di pasar. Di sana, Android Authority mengatakan bahwa kinerja Samsung dan Apple tercatat lebih buruk dibandingkan dengan perusahaan seperti Huawei atau Xiaomi.

Namun, dalam kasus Acer, masalah utama berada pada pemahaman perusahaan tentang pasar India. Vivo dan Huawei cukup sukses berkat penjualan kilat (flash sale), strategi yang cukup berhasil untuk konsumen India.

Acer, di sisi lain, tidak berbuat banyak untuk menarik konsumen secara online. Kurangnya pemahaman yang jelas tentang karakteristik unik dari pasar India mungkin menjadi penyebab utama di balik hengkangnya Acer dari pasar smartphone terbesar kedua di dunia.

Di Indonesia, Acer sendiri tidak bergerak banyak. Smartphone terakhir yang dirilis adalah Liquid Z330 pada Maret 2016. Perusahaan selalu bungkam ketika ditanya kinerja penjualan smartphone-nya. Apakah vendor akan mengikuti langkah di India?

Latest